Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan/Foto via Times Indonesia/Nusantaranews
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan/Foto via TimesIndonesia/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengakui bahwa kondisi manajemen air bersih di Indonesia memang sangatlah parah. Hal tersebut disampaikan Daniel saat menanggapi masih buruknya manajemen air bersih dan sanitasi di Indonesia.

Bahkan, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang ada di kawasan Asia Tenggara, Indonesia hanya lebih baik dari Timor Leste dan Kamboja. Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan bahkan Vietnam.

“Memang parah, negara tropis yang subur kok tidak punya manajemen air nasional yang baik, gimana nggak impor terus bahan-bahan pangan dan horti,” ungkapnya kepada Nusantaranews, Jakarta, Sabtu (25/3/2017).

Untuk itu, Daniel pun meminta Pemerintah menjadikan manajemen air bersih sebagai skala prioritas. Pasalnya, sudah 25 tahun peringatan Hari Bersih Sedunia dilaksanakan, namun kondisi manajemen air bersih di Indonesia belum ada perubahan yang signifikan.

Selain demi menyediakan air bersih bagi masyarakat, lanjut Daniel, manajemen tersebut juga memiliki tujuan akhir yang mulia, yakni berdaulatnya Indonesia di sektor pangan.

“Manajemen air nasional yang baik harus segera menjadi prioritas pemerintah, agar saat hujan tidak banjir dan saat kemarau tidak kebakaran, tapi bisa mengairi sawah dan perkebunan dengan optimal agar kedaulatan pangan benar-benar terwujud dan Indonesia menjadi basis pangan dunia,” ujarnya penuh harap.

Daniel pun menyarankan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera membuat cetak biru (blueprint) mengenai manajemen air bersih nasional.

“Kalau manajemen air baik tentu pemenuhan air bersih semakin terjamin, karena sumber airnya terjaga,” katanya menambahkan. (DM)

Editor: Romandhon

Komentar