Presiden Baru Prancis Emmanuel Marcon/Foto Istimewa/Nusantaranews
Presiden Baru Prancis Emmanuel Marcon/Foto Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Prancis– Emmanuel Macron baru saja terpilih sebagai Presiden Perancis. Ia sukses menandaskan rival terkuatnya Marine Le Pen. Marcon tercatat sebagai presiden termuda Perancis, karena usianya baru 39 tahun.

Ia unggul telak atas pesaingnya dengan 65,5 persen berbanding 34,5 persen. Kemenangan menteri ekonomi Presiden Francois Hollande itu memang sudah diprediksi sedari awal. Macron dalam sejumlah kampanyenya lebih lentur dan moderat memandang permasalahan, terutama terkait dengan isu-isu sosial. Beda dengan Le Pen, yang cenderung ekstrem kanan.

Setidaknya dua isu tak populis yang mengantarkan Le Pen ke jurang kekalahan, yakni anti-Uni Eropa dan anti-imigran. Menariknya, hampir separuh pemilih Macron berasal dari kalangan muda.

Kemenangan eks bankir ini memang menyedot perhatian banyak pihak. Bukan karena usianya yang muda, melainkan sosok perempuan yang menjadi pendamping hidupnya. Adalah Brigitte Trogneux, perempuan berusia 63 tahun yang menjadi istri Marcon. Bahkan sang istri ini dulunya guru semasa SMA dulu.

Kenyataan itu lantas membuat tak sedikit orang nyinyir. Opini miring tersebut sampai juga ke telinga Macron. Kepada Le Parisien, Macron menegaskan bahwa telah ada kesalahan dan ketidakobjektifan media dalam memberikan kabar soal diri dan istrinya. Usia Brigitte yang jauh lebih tua, dijadikan bahan pemberitaan yang dinilainya sengaja hendak berspekulasi tentang seksualitasnya.

Macron heran dengan pergunjingan tersebut. Baginya, orang tidak akan mempertanyakan andai kata istrinya 20 tahun lebih muda dari usia Macron. Hanya karena sang istri lebih tua, kata dia, orang malah berpikir aneh. “Banyak orang berkata bahwa hubungan ini tidak dapat dipertahankan, tidak mungkin. Ada masalah besar dengan pretensi masyarakat dan bagaimana mereka melihat posisi seorang perempuan,” ungkap dia, dikutip dari Guardian.

Ia menuturkan, pandangan miring terkait dirinya dan sang istri disebabkan kecenderungan orang yang bersikap diskriminatif terhadap perempuan (misogyny). Orang yang berpandangan tradisional dan homogen tentang masyarakat masih saja terus berkembang.

Bagi Macron, orang-orang yang memandang miring terkait jarak usianya dengan sang istri terpaut 24 tahun adalah mereka yang telah kehilangan realitas akal sehatnya. “(Dan memiliki) masalah besar dengan homoseksualitas,” kata dia menjawab kritikan.

Terlepas dari itu, sebagai seorang ibu negara, Brigitte tentu mengambil peran besar sebagai pendamping Macron. Bahkan disebut-sebut lebih kuat dibandingkan Michelle Obama.

Dalam beberapa kesempatan, Macron tak menutup-nutupi usia sang istri. Dengan usia itu Macron justru menganggapnya sebagai bagian dari belahan intelektual dan membuat kepercayaan dirinya tinggi. Sang presiden termuda Perancis bahkan dengan tegas menyebutkan bahwa dirinya akan lebih efektif menjalankan roda pemerintahan kalau sang istri selalu bahagia.

Pewarta: Eriec Dieda
Editor: Romandhon

Komentar