Penjemuran Gabah/Foto via republika
Penjemuran Gabah/Foto via republika

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Bulog membeli langsung Gabah Kering Giling (GKP) petani dengan harga Rp 4.600 per kilogram (kg) yang dihasilkan oleh kelompok tani Lembah Sabil, Aceh Barat Daya. Harga pembelian Bulog tersebut di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ada di angka Rp 3.700 per kilogram.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Kementerian Pertanian, Mukti Sardjono menjelaskan, pola yang digunakan Bulog adalah pembelian komersial. “Bulog mau membeli dengan harga tersebut di samping harga gabah yang berlaku di Aceh masih tinggi, kualitas gabah petani Aceh Barat Daya sangat bagus. Pembelian ini juga akan meningkatkan stok beras di gudang Bulog,” ujar Mukti yang dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (25/2/2017)

Mukti yang sebagai penanggung jawab Upaya Khusus (Upsus) Aceh mengharapkan, pembelian Bulog tidak hanya di Aceh Barat Daya saja, tapi juga di sentra beras lainnya yang saat ini juga mulai panen raya. Mukti menyampaikan kepada kelompok tani untuk segera melakukan pengolahan lahan yang sudah dipanen dan segera melakukan percepatan tanam.

“Aceh Barat Daya pernah mendapatkan reward karena pada saat itu peran Aceh Barat Daya nomor tiga se-Aceh dalam hal produksi padi. Kami harap prestasi itu dapat terulang,” kata Mukti.

Sementara, Kepala Bulog Divre Aceh Fatah Yasin berujar bahwa Bulog mendapatkan tugas dari pemerintah untuk menyerap gabah dari petani agar persediaan beras di Indonesia tersedia dengan harga pembelian yang telah ditentukan dan dengan kualitas standar yang telah ditetapkan demi kesejahteraan petani.

“Kami Perum Bulog membeli gabah petani merupakan amanah dan tugas dari pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan, standar kualitas gabahnya ada demi kesejahteraan petani,” ungkap Yasin.

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Aceh Raihanah mengatakan, Provinsi Aceh memiliki target tanam padi sebesar 522.000 hektare, target Musim Tanam Rendeng 291.000 hektare dan target Musim Tanam Gadu sebesar 231.000 hektare.

“Sampai dengan 20 Februari 2017, telah tercapai 261.000 hektare. Musim Tanam Rendeng masih 40 hari lagi kami yakin sisa hari yang ada Aceh dapat mencapai target tersebut. Khusus Aceh Barat Daya, silakan sampaikan kepada kami kebutuhan alsintan untuk percepatan tanam.  Dinas Pertanian Propinsi akan bantu sesuai tugas pokok dan fungsinya,” tutur Raihanah.

Reporter: Richard Andika

Komentar