Berita Utama

Agenda Terselubung Pilkada DKI Dibalik Teror Novel Baswedan

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews
Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Publik tanah air pada Selasa (11/4/2017) dihebohkan kabar aksi teror yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Berbagai asumsi publik mencuat terkait motif aksi teror tersebut.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Gerindra Arief Poyuono mencium teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang merupakan sepupu Anies Baswedan bukan hanya sebuah aksi kriminal murni seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo.

“Tampak mimik wajah Joko Widodo saat memberikan keterangan di televisi terlihat sangat marah dan tidak siap untuk menjawab pertanyaan wartawan saat ditanya terkait kejadian tersebut,” kata Arief Poyuono kepada Nusantaranews, Selasa (11/4/2017) di Jakarta.

Menurutnya, kejadian kekerasan pada Novel adalah sebuah teror politik yang sengaja dibalut dengan aksi kriminal. “Itu bertujuan untuk menutupi dugaan-dugaan dan temuan rencana aksi kecurangan dalam pilkada DKI Jakarta seperti penggelembungan DPT dan penolakan masyarakat Jakarta terhadap Ahok-Djarot,” sambung dia.

Lebih lanjut kata Arief, peristiwa naas yang menimpa Novel merupakan pengalihan isu terkait akan adanya potensi kecurangan yang akan dilakukan untuk menggagalkan kemenangan Anies-Sandi.

Sementara itu, teror Novel sengaja didesain untuk menutup rencana KPK dalam mengumumkan para tersangka baru pelaku skandal e-KTP. Khususnya status Setya Novanto serta tercantumnya nama Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dalam daftar anggota DPR periode 2009-2014 yang diduga kuat turut menerima uang haram e-KTP. Sebagai informasi, KPK berencana pengumumankannya sebelum hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta.

“Patut diduga ada benang merah antara tindakan teror terhadap Novel Baswedan dengan Pilkada DKI,” ungkap Arief Poyuono.

“Karena itu Gerindra menyerukan pada kader Gerindra dan rakyat Jakarta untuk bersiap-siap melakukan perang puputan untuk melawan para gerombolan jahat yang akan mencoba menekan KPK dengan melakukan teror kekerasan pada personil KPK dan melakukan kecurangan pada Pilkada DKI putaran kedua,” pungkasnya.

Penulis: M. Romandhon

Komentar

To Top