NUSANTARANEWS.CO – Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu tak menyetujui rencana pembongkaran kuburan massal korban peristiwa 1965. Ia mengkhawatirkan, jika dilakukan, hal tersebut justru menimbulkan konflik baru.

“Nanti Berkelahi semua,” ujar Ryamizard di Balai Kartini, Jakarta (13/5/2016).

Ryamizard juga mengingatkan agar semua pihak tidak memprovokasi dan mengundang terciptanya pertumpahan darah. Pembongkaran kuburan massal itu, kalo benar ada bukannya membangun negara, justru merusak negara.

“Saya sebagai Menhan tentunya menginginkan negara ini tidak ada ribut-ribut,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menhan juga meminta agar keluarga PKI tidak mengumbar pernyataan di media, karena ideologi komunis tidak diterima di Indonesia.

“Jadi jangan banyak omong karena komunis tidak diterima di negara ini, “ tegasnya.

Lebih jauh Ryamizard mempertegas bahwa Indonesia adalah negara dengan ideologi Pancasila. Undang-Undang telah melarang adanya aktivitas yang berunsur komunis sehingga apabila ada yang melanggar aturan tersebut akan dihukum puluhan tahun penjara.

Memang ada ada grand design yang akan dilakukan oleh para kelompok PKI di Indonesia – sehingga pihaknya akan mencari dan menumpas pergerakan dari kelompok yang beraliran kiri‎ tersebut.

“Mau ngetes kita mungkin! Kita harus cari dalangnya dan pasti juga ada mbahnya. Saya tidak punya musuh bagi saya musuh negara adalah musuh saya, saya bicara begini tidak hanya sebagai Menhan tapi sebagai orang biasa,” pungkasnya. (as)

Komentar

SHARE