Rubrika

Unhan Hasilkan Profesor Ilmu Pertahanan Sekaligus Buka Prodi Doktoral S3

profesor ilmu pertahanan, profesor pertahanan, universitas pertahanan, unhan, profesor pertama unhan, profesor marsetio, laksamana marsetio, guru besar unhan, nusantaranews
Pengukuhan mantan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI (Purn) Marsetio sebagai Guru Besar ilmu pertahanan, Kamis (26/7/2018). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sejak berdiri tahun 2009 Universitas Pertahanan (Unhan) telah menghasilkan dua profesor ilmu pertahanan. Presiden RI keenam Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono menjadi profesor pertama pada tahun 2014. Disusul pada tahun ini adalah mantan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI (Purn) Marsetio menjadi profesor ilmu pertahanan.

Upacara Pengukuhan Guru Besar berlangsung dalam sebuah sidang senat terbuka pada tanggal 26 Juli 2018 di Gedung A. H. Nasution Kementerian Pertahanan RI.

Upacara tersebut dihadiri sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga, Mabes TNI, Mabes ketiga Angkatan, Mabes Polri, para Panglima Kotama, para duta besar dan atase pertahanan negara sahabat, para rektor, para pejabat pemerintah daerah serta para dosen dan mahasiswa Unhan.

Pengukuhan Guru Besar tersebut semakin memperkokoh roadmap pengembangan ilmu pertahanan melalui berbagai penelitian sekaligus legalitas akademik pembukaan Program Studi (Prodi) S3 Doktoral pada saat yang bersamaan. Baik pengukuhan Guru Besar maupun pembukaan Prodi S3 merupakan capaian yang sistematis dalam rangka mewujudkan Unhan sebagai World Class Defense University pada tahun 2024.

Baca Juga:  Ketemu Dubes, Gubernur Khofifah Ajak Kerjasama Jatim dan Mesir

Orasi ilmiah Laksamana TNI (Purn) Marsetio banyak membahas teori-teori keamanan maritim ditinjau dari pendekatan budaya dan teknologi sesuai bidang yang ditetapkan oleh Kemenristek Dikti, yaitu ilmu pertahanan bidang Budaya Teknologi Kemaritiman.

Sebagaimana amanat Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada sidang senat tersebut, maka peran Unhan ke depan diharapkan sudah bisa memberi kontribusi tidak saja pada tingkat nasional tetapi juga pada tingkat internasional.

Kontribusi tersebut menuntut Unhan untuk lebih banyak lagi menghasilkan guru besar di masa mendatang. Kelak Unhan beserta jajaran guru besarnya harus bisa menjadi center of excellence untuk defense studies dan defense technologies pada era revolusi industri 4.0. (red/nn)

Editor: Eriec Dieda

Related Posts

1 of 3,054