Berita UtamaLintas NusaTerbaru

Tersandung Sarana dan Keterbatasan Tenaga Didik, Keberadaan Sekolah Inklusif di Jawa Timur Tak Merata

Tersandung sarana dan keterbatasan tenaga didik, keberadaan sekolah inklusif di Jawa Timur tak merata.
Tersandung sarana dan keterbatasan tenaga didik, keberadaan sekolah inklusif di Jawa Timur tak merata/Foto: Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Jajuk Rendra Kresna.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Jajuk Rendra Kresna mengatakan pihaknya berharap ada pemerataan sekolah Inklusif bagi anak kebutuhan di JawaTimur. Pasalnya, di propinsi tersebut sampai saat ini belum merata.

Politisi Partai NasDem ini mengatakan pihaknya berharap agar masing-masing di daerah di Jawa Timur mengadakan keberadaan sekolah tersebut. ”Tinggal kekuatan daerah untuk bisa merealisasikannya termasuk untuk menyediakan tenaga pengajar untuk anak inklusif,” jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (1/7).

Ketua PMI Malang ini mengatakan jika untuk tingkat SMA dan SMK, pihaknya melihat propinsi Jawa Timur sudah menyediakan sekolah tersebut. “Meski tidak banyak, tapi sudah ada untuk tingkatan SMA dan SMK. Tinggal yang SD maupun SMP yang semua pengelolaannya ada di daerah,” jelasnya.

Dikatakan oleh Jajuk, yang menjadi kendala dari penyediaan untuk siswa inklusif tersebut adalah belum ada fasilitas yang memadai dari sekolah untuk siswa tersebut. “Tak hanya itu, kesiapan mental anak itu sendiri juga harus diperhatikan kalau dicampur dengan anak pada umumnya, rawan menjadi korban bully dari teman sekolahnya nanti,” tandas wanita asal Malang ini.

Baca Juga:  Kurang Dapat Posisi Strategis di Parpol, Partisipasi Perempuan Jatim di Parlemen Rendah

Sekedar diketahui, sejumlah anak berkebutuhan khusus mengalami kesulitan dalam mendapat pendidikan di sekolah.

Salah satu contoh yang terjadi di kabupaten Jember, kota Malang, Surabaya dan daerah lainnya di Jawa Timur  kesulitan untuk memberikan pendidikan inklusif bagi anak kebutuhan khusus. Alasannya, selain fasilitas penunjang, juga keberadaan guru didik untuk anak kebutuhan khusus yang masih kurang. (setya)

Related Posts

1 of 2.915