Connect with us

Politik

Terima Penghargaan, BPS: Sri Mulyani dan Jokowi Bagai Pinang dibelah Dua

Published

on

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit di Dubai, Uni Arab Emirates (UEA). Penghargaan tersebut diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Politisi GERINDRA DPD DKI Jakarta, Bastian P. Simanjuntak (BPS) menilai, moment tersebut bukan sekedar penghargaan namun diduga bagian dari usaha Sri Mulyani Indrawati menuju pilpres 2019 sebagaimana Jokowi pada saat jelang pilpres 2014.

“Pada saat itu The City Mayors Foundation menempatkan Jokowi sebagai Walikota terbaik ke-3 didunia. Hari ini giliran Sri Mulyani Indrawati yang mendapat penghargaan setahun sebelum pilpres dilaksanakan. Padahal bila kita menyimak apa yang dikatakan mantan Menkeu, Chatib Basari, ekonomi Indonesia stagnan dan kalah dibandingkan negara-negara tetangga,” kata Bastian melalui keterangan elektroniknya yang diterima, Senin (12/2/2018).

Menukil Chatib, Bastian menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggal dari beberapa negara tetangga yang sudah menembus di atas 6% seperti Malaysia dan Filipina. Pertumbuhan ekonomi Singapura 5,5%, Malaysia 6,2%, Thailand 6%, Filipina 6,9%, Vietnam 7,5%, Indonesia masih stagnan di 5%. Peneliti AEPI malah menilai ekonomi Indonesia memburuk sepanjang tahun 2017.

Kenyataan itu, lanjutnya, bila dikaitkan dengan penghargaan yang diterima Sri Mulyani tidaklah pantas. Bagaimanapun sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi pada ekonomi Indonesia.

“Wajar saja bila muncul dugaan bahwa pemberian penghargaan merupakan skenario menuju pilpres 2019. Bagi Sri Mulyani yang pernah bekerja di Bank Dunia, tentu tak sulit baginya meraih penghargaan dari dunia internasional,” ujar Bastian.

“Kini kita tinggal menunggu apakah Sri Mulyani benar-benar akan mencontoh Jokowi menuju pilpres 2019. Satu hal yang pasti, penghargaan dari lembaga atau forum internasional sangatlah laku keras dijual untuk pencitraan. Setidaknya sudah terbukti pada Jokowi, popularitas dan elektabilitasnya terus meningkat setelah media-media memviralkan penghargaan atas dirinya,” imbuhnya.

Pewarta/Editor: Achmad S.

Penulis dan editor di nusantaranews.co. Pecinta puisi dan suka mengarsip | kemarin dan esok adalah hari ini

Advertisement

Terpopuler