Connect with us

Kesehatan

Teddy Wibisana, “Avigan dan Kloroquin” Adalah Obat Untuk Corona

Published

on

Teddy Wibisana, “Avigan dan Kloroquin” Adalah Obat Untuk Corona

Teddy Wibisana, “Avigan dan Kloroquin” Adalah Obat Untuk Corona

NUSANTARANEWS.CO – Teddy Wibisana, “Avigan dan Kloroquin” saat ini dikatakan dapat menyembuhkan Corona. Sebagian masyarakat yang kritis maupun mereka yang memiliki preferensi politik yang berbeda dengan pemerintah, mempertanyakan keputusan pemerintah untuk mengimpor kedua jenis obat tersebut untuk mengatasi wabah Corona.

Mantan aktifis Pro Demokrasi, Teddy Wibisana menganggap lumrah apabila ada yang tidak sepakat dengan sebuah kebijakan. Namun mantan ketua umum Almisbat tersebut menyayangkan apabila ketidaksepakatan itu diwujudkan melalui ejekan bahkan cemoohan tanpa mempelajari terlebih dulu dari hal yang disangsikannya.

“Saya melihat mereka yang memiliki preferensi politik yang berbeda, bukan hanya mempertanyakan, bahkan mengejek keputusan tersebut. Mereka berujar orang sakit Corona kok dikasih obat flue (avigan) dan obat malaria (klorokuin) dan berbagai umpatan lainnya,” kata Teddy, Minggu (22/3).

Kepada pihak yang mempertanyakan dan menyangsikan, Teddy menilai hal tersebut adalah sebagai penambah khasanah ilmu pengetahuan. Namun bagi yang mengejek tanpa mampu menyertakan alasan medisnya, Tedy menganggap hal itu jika dibiarkan akan menjadi sumber referensi negatif bagi masyarakat, terutama generasi muda.

“Pada  tahun  1980an, mungkin mereka akan mengejek, jika aspirin digunakan untuk obat jantung dan stroke, karena saat itu aspirin sangat dikenal sebagai obat nyeri dan demam,” ujar Pria yang menjabat sebagai Komisaris dari salah satu Perusahaan Farmasi di BUMN tersebut.

Menurut Teddy, mereka mengejek karena tidak tahu bahwa saat itu sudah ada penelitian dan uji klinis yang menunjukan bahwa aspirin memiliki efek pengenceran darah, yang baik untuk penderita jantung koroner. Dan terbukti,  saat ini aspirin bukan hanya dipakai sebagai obat jantung, juga untuk pencegahan terhadap serangan jantung dan stroke.

Baca Juga:  Di Masa Depan, They Will Never Go Back to Offline?

Lebih lanjut Tedy mengungkapkan bahwa 1 obat yang sebelumnya diindikasikan untuk satu penyakit, setelah diteliti dan diuji, bisa saja kemudian diindikasikan untuk penyakit lainnya.

“Kuncinya yakni dengan penelitian dan pengujian/uji klinis. Uji klinis biasanya diperbandingkan dengan kontrol (placebo) dan dilakukan multi center (di beberapa rumah sakit penelitian di beberapa negara), selain menguji efektifitasnya secara luas, juga untuk mengeliminir faktor genetika dan ras,” tandasnya

Lantas bagaimana dengan penelitian dan uji klinis avigan dan kloroquin untuk corona? Teddy mengungkapkan bahwa Avigan sudah diuji di Cina dan Jepang sementara Kloroquin baru diuji di Cina. Di jepang sejak awal Februari sudah diresepkan para dokter untuk para pengindap corona. Di Cina, Avigan dan Kloroquin terbukti berperan positif untuk mengatasi wabah Corona disana.

“Tapi dalam protokol uji klinis terkait harus memenuhi syarat secara multi center, memang belum mencukupi. Tapi kita sedang mengalami situasi darurat. Untuk itu, tetap yang utama saat ini adalah memutus mata rantai penyebaran, menjaga kebersihan dan meningkatkan daya tahan tubuh.” (ES/ed. Banyu)

Loading...

Terpopuler