Connect with us

Berita Utama

Taiwan Perkuat Militernya dengan HIMARS dan HCDS

Published

on

Taiwan perkuat militernya dengan HIMARS dan HCDS.

Taiwan perkuat militernya dengan HIMARS dan HCDS. Versi terbaru HIMARS pada sasis FMTV 6×6 dengan kabin yang dilindungi dan peluncur dengan pod enam roket yang dilintasi ke kiri/Foto: Lockheed Martin,

NUSANTARANEWS.CO, Taipeh – Taiwan perkuat militernya dengan HIMARS dan HCDS. Presiden Xi Jinping telah mengatakan kepada Taiwan bahwa Beijing jika perlu akan menggunakan kekuatan bersenjata untuk merebut kembali negara pulau. Seperti diketahui Cina sudah sejak lama menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatannya setelah perang saudara.

Tidak mengherankan bila pemerintah Taiwan terus mewaspadai peningkatan aktivitas militer Cina di dekat perbatasannya. Pada hari Kamis (17/6), Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan (MND) mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani dua kontrak senilai US$ 1,75 miliar untuk mendapatkan High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) Lockheed Martin M142 dan Boeing Harpoon Coastal Defense Systems (HCDS).

Meski belum ada detilnya, namun mengacu pada kesepakatan senilai US$ 346,3 juta dapat diperkirakan bahwa kontrak itu adalah untuk long-range precision strike system bagi Komando Angkatan Darat di Taoyuan yang akan selesai pada tahun 2027, dan US$ 1,406 miliar untuk kesepakatan “batch of missiles” bagi Komando Angkatan Laut di Kaohsiung yang akan selesai pada tahun 2028.

Perkembangan terbaru tersebut datang menyusul pengumuman Defense Security Cooperation Agency (DSCA) Amerika Serikat (AS) yang dikeluarkan pada Oktober 2020 terkait potensi Foreign Military Sale (FMS) ke Taiwan untuk 11 peluncur M142 HIMARS dan peralatan terkait dengan nilai US$ 436, 1 juta, dan 100 HCDS dan peralatan terkait dengan perkiraan US$ 2,37 miliar.

Di bawah Presiden Trump, Washington mendukung penuh program modernisasi Angkatan Bersenjata Taiwan untuk menghadapi Cina. Selama menjabat, Trump telah menjual beragam jenis senjata canggih senilai lebih dari US$ 15 milyar kepada Taiwan termasuk jet tempur F-16 “Viper” yang terbaru.

Baca Juga:  PABBSI Ingin Kembalikan Kejayaan

Di tengah meningkatnya tekanan dari Cina, Menteri Pertahanan Taiwan Lee Shih-Chiang juga telah menyatakan bahwa negara itu akan terus memperkuat pertahanannya dengan membeli alutsista dari AS sambil mengembangkan industri pertahanan dalam negerinya.

Kementerian juga mengatakan bahwa pengadaan persenjataan tambahan adalah sebagai upaya untuk memperkuat kemampuan negara pulau itu untuk melakukan serangan balik jika terjadi invasi Cina. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler