Prajurit TNI dan Masyarakat Kepulauan Bersinergi Demi Sapudi Asri

Kedekatan TNI dan rakyat di Kepulauan Sapudi. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Agung Prasetyo Budi)

Kedekatan TNI dan rakyat di Kepulauan Sapudi. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Agung Prasetyo Budi)

Kedekatan TNI dan rakyat di Kepulauan Sapudi. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Agung Prasetyo Budi)
Kedekatan TNI dan rakyat di Kepulauan Sapudi. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Agung Prasetyo Budi)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Selama berada di Kepulauan Sapudi, personel TNI-AD yang tergabung di dalam Satuan tugas Komando terpadu rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Kepulauan Sapudi, terus mendapat dukungan dari warga sekitar.

Itu terlihat, ketika Satgas yang terdiri dari Satuan Zipur V/Brawijaya dan Yonif Raider 500/Sikatan, membersihkan sisa-sisa reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempar berkekuatan 6,4 skala richter beberapa waktu lalu itu.

Baca Juga:

“Sejauh ini, sudah ada 4 puing-puing bangunan rumah yang sudah kita bersihkan. Sebelumnya, sudah kita lakukan pengecekan ke lokasi itu,” ujar Danton Raider 500/Sikatan, Lettu Inf Zairi. Jumat, 19 Oktober 2018.

Selain rumah milik Indayati, menurut Zairi, pembersihan puing bangunan itu, juga dilakukan di rumah milik Rasida, Busuna dan Nurhasan. “Rumah-rumah itu, lokasinya di Kecamatan Gayam. Letaknya pun tidak jauh, masih satu desa,” ujar Zairi.

Selama melakukan pembersihan itu, kata Zairi, dirinya tak hanya sendirian. Selain di bantu oleh pihak Pemda Sumenep, upaya pembersihan itu juga mendapat bantuan dari warga sekitar.

Simak:

“Alhamdulillah, TNI akan terus bersinergi bersama Pemda dan warga. Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembalikan Sapudi yang asri,” kata Zairi.

Tidak berhenti disitu saja, suasana keakraban dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat di Kepulauan Sapudi, terlihat begitu jelas ketika TNI dan warga sekitar, secara khusyu’ mengikuti berlangsungnya shalat Jumat secara bersama-sama.

Menurut Zairi, selain ditugaskan sebagai Satgas penanggulangan bencana, kedatangan TNI-AD di lokasi pasca gempa itu, juga diharuskan untuk bisa menghibur para warga di Kepulauan Sapudi. “Perlu kita ketahui, tangis rakyat adalah tangis TNI. Jadi, sebisa mungkin kita harus bisa menghibur saudara-saudara kita disini,” ungkap Zairi.

Baca:

Pewarta: Agung Prasetyo Budi
Editor: Achmad S.

Exit mobile version