Connect with us

Rubrika

Pidato di Hadapan Ribuan Mahasiswa, Rektor IAIN Bengkulu Singggung Soal Radikalisme

Published

on

Mahasiswa, IAIN Bengkulu, soal radikalisme

Di hadapan ribuan mahasiswa, Rektor IAIN, Sirojuddin singgung soal radikalisme. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS. CO, Bengkulu — Rektor IAIN Bengkulu, Sirojuddin mengatakan mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan sehingga harus tampil menjadi sosok yang unggul.

“Anda semua adalah calon-calon pemimpin di masa depan, yang hari ini memulai babak baru menjadi mahasiswa. 3,5-4 tahun lagi akan memakai toga sebagai sarjana dan kelak bisa jadi akan menjadi pimpinan di kampus ini menggantikan kami-kami,” ujar Sirojuddin saat memberikan sambutan pada pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Bengkulu tahun Akademik 2029/2020 pada Rabu (28/8).

Sirojuddin mengatakan, untuk menjadi mahasiswa yang unggul harus berpegang dan berkomitmen pada Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu penelitian, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Belajar dan terus belajar menggali ilmu adalah kata kunci sukses menjadi insan akademik, namun jangan melupakan tugas sosial agar tidak menjadi intelektual di menara gading,” kata Doktor Brawijaya Malang ini.

Dia berharap mahasiswa baru menjadi orang-orang yang kritis, tetapi harus mempunyai konsep sehingga berguna untuk masyarakat.

“Sampaikanlah kritik dengan tangungjawab dan akademis, tetapi dengan santun dan mengedepankan akhlakul karimah,” imbuhnya.

Pesan lain dari Rektor IAIN yang sedang bersiap menjadi UIN adalah agar mahasiswa binaannya menjadi bagian dari penebar Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Munculnya paham radikal dan intoleransi harus menjadi keprihatinan bersama dan anda bertanggungjawab menjadi bagian penting untuk mengkounter mereka,” kata Sirojuddin.

Sementara itu, Ruchman Basori Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI mengatakan mahasiswa adalah kelompok elit intelektual yang telah berperan penting dalam setiap perubahan sosial politik di negeri ini.

Baca Juga:  Natalius Pigai: Saya akan Membuat Malu Jokowi di Papua

“Munculnya kebangkitan nasional 1908, supah pemuda 1928, kemerdekaan 1945, fakta angkatan 1966 hingga perjuangan reformasi 1998, tidak lepas dari peran mahasiswa,” kata Aktivis Mahasiswa ’98 ini.

Ruchman meminta agar potensi yang dimiliki mahasiswa dikembangkan betul di kampus sehingga kelak menjadi sosok sarjana yang dinanti kehadirannya oleh masyarakat.

“Menjadi profesional saja tidaklah cukup tetapi harus diimbangi dengan kepedulian sosial dan itu nanti akan dilatih dalam pelbagai organisasi kemahasiswaan di PTKI ini,” kata Mantan Ketua I Senat Mahasiswa IAIN Walisongo.

Ruchman yang didaulat menyampaikan orasi Penguatan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan berpesan kepada mahasiswa untuk waspada terhadap kelompok radikal dan intoleran yang bisa muncul dalam kehidupan, termasuk dalam jagad media sosial.

Karenanya, Ruchman meminta mahasiswa untuk berada di garda terdepan moderasi beragama di Indonesia.

“Anda semua harus belajar Islam pada sumber-sumber keagamaan yang otoritatif, menjadi warga media sosial yang sehat, mengcounter kelompok-kelompok yang intoleran dan cara-cara kekerasan,” ujar kandidat doktor Universitas Negeri Semarang.

Kegiatan PBAK IAIN Bengkulu berlangsung tanggal 28-30 Agustus 2019 diikuti oleh 2.223 orang dua diantaranya mahasiswa asing dari India. Rektor membuka kegiatan secara resmi ditandai dengan pemukulan 4 bedug yang ditabuh secara bersama-sama oleh Rektor, Wakil Rektor III, Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan dan Wira Sugiarto Wakil Ketua III STAIN Bengkalis yang kebetulan hadir. Turut hadir, Wakil Rektor I Zulkarnaian Dali, Wakil Rektor II Moh. Dahlan, Direktur Pascasarjana Rokhimin, Para Dekan, Ketua Lembaga, Ketua SEMA, DEMA dan Pimpinan Ormawa lainnya serta segenap sivitas akademika. (rb)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler