Connect with us

Mancanegara

Peringatan 75 Tahun Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa

Published

on

Peringatan 75 Tahun Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Peringatan 75 Tahun Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

NUSANTARANEWS.CO, New York – Peringatan 75 Tahun Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Negara-negara di dunia pada hari Senin (21/9) bersatu untuk mengesahkan deklarasi peringatan ulang tahun PBB ke-75.

Deklarasi tersebut mengenang keberhasilan dan kegagalan PBB selama lebih dari tujuh dekade dan bersumpah untuk membangun dunia pasca pandemi yang lebih setara.

PBB berjanji untuk berupaya memperkuat kerja sama internasional atas isu-isu global seperti memerangi pandemi virus korona. Dan multilateralisme bukanlah sebuah pilihan tetapi sebuah kebutuhan untuk membangun kembali dunia yang lebih baik, lebih setara, lebih tangguh dan lebih berkelanjutan

Deklarasi tersebut, disetujui oleh 193 negara anggota melalui peringatan secara virtual, di mana negara-negara memuji PBB sebagai satu-satunya organisasi global dengan kekuatan untuk menyatukan negara dan memberikan harapan kepada begitu banyak orang dan untuk dunia yang lebih baik.

Deklarasi juga menyebutkan bahwa PBB mempromosikan dekolonisasi, kebebasan, pembangunan, hak asasi manusia dan kesetaraan, “dan bekerja untuk memberantas penyakit.” Dan itu “membantu mengurangi lusinan konflik, menyelamatkan ratusan ribu nyawa melalui aksi kemanusiaan dan memberikan jutaan anak pendidikan yang layak untuk setiap anak.”

Mengenai kekecewaan, deklarasi tersebut mengatakan bahwa dunia “diganggu oleh ketimpangan yang meningkat, kemiskinan, kelaparan, konflik bersenjata, terorisme, ketidakamanan, perubahan iklim, dan pandemi”. Dikatakan negara-negara termiskin dan terbelakang tertinggal, dekolonisasi belum selesai dan orang-orang terpaksa melakukan perjalanan berbahaya untuk mencari perlindungan.

Tantangan hanya dapat diatasi melalui multilateralisme yang dihidupkan kembali.

Deklarasi tersebut menekankan bahwa peringatan tersebut berlangsung saat pandemi bergema, tidak hanya menyebabkan kematian dan penyakit serius tetapi juga “resesi ekonomi global, meningkatnya kemiskinan, kecemasan dan ketakutan.”

Baca Juga:  Aktivitas Anak Gunung Krakatau Meningkat, Warga Diminta Jauhi Radius 5 KM

Pandemi COVID-19 telah mengingatkan kita dengan cara yang paling kuat bahwa kita saling berhubungan erat. Hanya dengan bekerja sama pandemi dapat berakhir dan “hanya bersama kita dapat membangun ketahanan terhadap pandemi di masa depan dan tantangan global lainnya. (Banyu)

Loading...

Terpopuler