Connect with us

Politik

Pemilu 2019 Banyak Menelan Korban Nyawa, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Published

on

(Ilustrasi/Istimewa)

Pemilu.
(Ilustrasi/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemilihan umum tahun ini banyak menelan korban nyawa sehingga Pemilu 2019 bukan hanya memanas, tetapi juga nahas. Pasalnya, terhitung hingga Jumat (26/4), sedikitnya 230 anggota kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 1.671 anggota KPPS dilaporkan sakit. Data ini mengacu pada laporan KPU per Jumat (26/4).

Adapun penyebab anggota KPPS yang meninggal dunia maupun sakit, sebagian besar disebabkan kelelahan dan kecelakaan.

Peristiwa nahas ini membuat Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah heran.

“Dalam situasi kita, banyak yang menganggap kalau jatuh korban yang banyak maka segera kita sebut mereka pahlawan. Tapi tidak ada yang bertanggungjawab atas matinya korban. Kita permisif terhadap nyawa manusia dan kita permisif kepada kegagalan yang dirayakankan sebagai sukses,” ujar Fahri dikutip dari pernyataanya, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Dia mengumpamakan, dalam perang saja, jatuhnya korban sering menjadi alasan utama dihentikannya perang.

“Dalam perang saja di mana-mana, jatuhnya korban setelah berminggu atau berbulan atau bertahun, sering menjadi alasan pemerintah diminta menghentikan perang atau bahkan pemerintah dijatuhkan. Ini bukan perang, ini hanya mengurus pencoblosan 1 menit, korban berjatuhan. Ada apa?,” imbuhnya.

“Kita terpaksa melayani pikiran yang lemah, yang dangkal dan yang fatal. Tuhan dibawa untuk menaklukkan pikiran yang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lalu negara meyakinkan kita, ‘mereka pahlawan gugur dalam tugas mulia’. Dan kita harus diam. Seakan tanggung jawab selesai,” pungkasnya.

(eda)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler