Berita UtamaKolomMancanegaraOpiniTerbaru

Pasokan Senjata Untuk Ukraina Mulai Beredar di Pasar Gelap di Seluruh Dunia

Pasokan Senjata Untuk Ukraina Mulai Beredar di Pasar Gelap di Seluruh Dunia
Pasokan senjata untuk Ukraina mulai beredar di pasar gelap di seluruh dunia.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Setelah rumor berbulan-bulan bahwa senjata-senjata pasokan Barat untuk Ukraina banyak berakhir di pasar gelap di seluruh dunia, fakta itu kini mulai tersingkap. Fakta bahwa hal itu bukanlah propaganda Rusia diungkapkan oleh pejabat tinggi Nigeria, bahkan oleh Presiden Muhammadu Buhari sendiri.

Pemerintah di Abuja mengklaim bahwa senjata pasokan Barat yang dikirim ke Ukraina sudah mulai muncul di Afrika Barat. Terkait dengan fakta tersebut, Presiden Buhari secara resmi telah mengeluarkan pernyataan yang diposting di situs kantor kepresidenan Nigeria.

Dalam situsnya Buhari menyerukan kepada berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan keamanan di sekitar perbatasan karena terjadinya penumpukan senjata dan amunisi dari perang di Ukraina di kawasan Danau Chad

Pernyataan Buhari tersebut sekaligus menjadi konfirmasi tingkat tinggi bahwa senjata Barat yang seharusnya digunakan untuk mempersenjatai pasukan rezim Kiev telah dikirim ke luar negeri dan dijual kembali ke pihak lain.

Baca Juga:  Hamas Desak Dunia Internasional Meminta Pertanggungjawaban Rezim Zionis atas Kejahatannya terhadap Palestina

Buhari menambahkan bahwa senjata-senjata itu kini telah menjadi sumber utama bagi para teroris di wilayah itu.

Sebagai informasi, danau air tawar ini terletak di zona Sahel yang terbentang dari Samudra Atlantik hingga ke Tanduk Afrika. Danau Chad secara historis termasuk salah satu danau terbesar di Afrika. Sementara negara-negara yang memiliki zona sahel antara lain: Senegal, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Nigeria, Chad, Sudan, Ethiopia, Eritrea, Jibuti, dan Somalia.

“Senjata-senjata yang seharusnya digunakan untuk perang melawan Rusia kini mulai menyebar di wilayah tersebut yang mengancam perdamaian dan keamanan kolektif kita di wilayah tersebut,” kata Buhari.

“Bahwa perlu segera didlakukan tindakan kolaboratif oleh badan pengawas perbatasan kita dan dinas keamanan lainnya untuk menghentikan peredaran semua senjata ilegal di wilayah tersebut,” tegasnya.

Seperti diketahui, situasi keamanan di Nigeria, negara terpadat di Afrika, telah bergolak selama beberapa dekade. Sedikitnya selusin kelompok teroris bersenjata telah beroperasi di negara Afrika Barat itu, termasuk Boko Haram yang terkenal.

Baca Juga:  Jelang Natal, Pasukan AS Kembali Terlihat Menyelundupkan Minyak Mentah Suriah

Situasi ini bukanlah hal baru, karena korupsi yang merajalela telah menjadi penyebab utama perdagangan senjata ilegal di Ukraina tumbuh subur selama beberapa dekade setelah bubarnya Uni Soviet bagi para penjahat, teroris atau pedagang senjata pasar gelap.

Seperti diketahui, Ukraina sendiri mewarisi sekitar 30% kekuatan militer Soviet yang sangat besar. Apalagi kini mendapat pasokan senjata segar dari barat. Bisa dibayangkan!

Selain Nigeria, NBI (Biro Investigasi Nasional) Finlandia juga telah melaporkan bahwa senajta-senjata untuk Ukraina telah dijual kembali di negara-negara di seluruh dunia dan berakhir di tangan penjahat dan kelompok bersenjata ilegal lainnya.

Menurut media Finlandia, Inspektur Detektif NBI Christer Ahlgren menyatakan, “Senjata yang dikirim ke Ukraina juga telah ditemukan di Swedia, Denmark, dan Belanda.” Jumlah senjata yang begitu besar di tangan para penjahat dan teroris tentu saja dapat menimbulkan konsekuensi keamanan yang menghancurkan bagi negara mana pun di dunia.

Baru-baru ini, Kongres Amerika Serikat (AS) yang didominasi oleh Partai Republik telah mengumumkan audit untuk melacak apa yang terjadi pada sekitar US$ 20 miliar “bantuan” AS kepada Ukraina yang sebagian besar dialokasikan untuk pengadaan senjata. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 11