Menhan AS Sebut Ada Kemungkinan Opsi Militer

Tentara Korea Selatan ambil bagian dalam latihan militer di perbatasan Korea. (Getty Images)

Tentara Korea Selatan ambil bagian dalam latihan militer di perbatasan Korea. (Getty Images)

NUSANTARANEWS.CO, Washington – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis mengisyaratkan tentang adanya opsi militer di Korea Utara. Namun Mattis tidak menjelaskan secara rinci tentang opsi tersebut.

Sementara itu, Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley pada Ahad (17/9) mengatakan DK PBB telah kehabisan opsi untuk menyikapi program nuklir Korea Utara dan AS mungkin harus menyerahkan persoalan ini kepada Pentagon.

Konflik bersenjata di Semenanjung Korea tentu tak ada yang menginginkannya. Pelajaran pahit pada Perang Korea 1950-1953 silam sepatutnya jadi pertimbangan. Dalam perang selama kurang lebih tiga tahun ini merenggut nyawa lebih dari 20 ribu di pihak AS dan jutaan warga Korea yang berakhir dengan gencatan bersenjata, bukan perjanjian damai.

Korea Selatan tentu akan menjadi pihak yang paling khawatir jika konflik militer pecah. Sebab, jika Korea Utara menggunakan senjata nuklirnya, Seoul lah yang paling binasa.

Ketika ditanya apakah ada pilihan militer yang bisa diambil AS terhadap Korea Utara yang tidak akan membuat risiko besar bagi Seoul, Mattis menagaskan kemungkinan itu ada.

“Ya, ada. Tapi saya tidak akan membahasnya,” tegas Mattis seperti dikutip Reuters, Selasa (19/9).

Opsi militer dari pihak AS yang mungkin diambil ialah melakukan serangan siber (cyber) dan menempatkan persenjataan terbaru di Korea Selatan, di mana AS memiliki sedikitnya 28.500 tentara. Ini opsi yang tidak mematikan, termasuk juga blokade angkatan laut.

Selain itu, AS dan Korea Selatan juga dilaporkan tengah mendiskusikan kemungkinan menempatkan senjata nuklir di Korsel. Mattis menolak untuk memberikan komentar rinci terkait rencana ini karena opsi sedang dipertimbangkan.

“Kami berdialog terbuka dengan sekutu kami mengenai isu apapun yang ingin mereka sampaikan,” ucap Mattis.

Sementara itu, pada Senin (18/9) militer AS melakukan latihan pengeboman bersama Korea Selatan dengan menerbangkan sepasang pesawat pembom B-1B dan jet tempur F-35 di langit Semenanjung Korea dalam sebuah demonstrasi melawan Korea Utara.

Mattis mengatakan kepada wartawan bahwa dia yakin bahwa diplomasi dan sanksi sejauh ini berhasil memberi tekanan lebih besar pada Pyongyang.

“Jadi, ya ini (sanksi) berhasil,” katanya.

Terkait kemungkinan uji coba lagi rudal Korea Utara, Mattis mengatakan pihaknya tak akan menembak jatuh, kecuali jika menimbulkan ancaman langsung ke AS dan sekutu. (ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Exit mobile version