Connect with us

Hankam

Mengenai Papua, Pers Jangan Jadi Agen Proxy Asing

Published

on

Direktur Global Future Institute, Hendrajit (kanan) (Foto Cahyo/Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Papua sebagai wilayah yang ada di ujung Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada perkembangannya mengalami berbagai permasalahan. Bukan saja dilihat dari soal Freeport saja, melainkan juga masalah lain yang sangat strategis, yang kerap luput dari sorotan media. Di antaranya mengenai politik keamanan, sosial dan ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Global Future Institute, Hendrajit di Jakarta, Kamis (28/12/2017). Menurut Hendrajit, saat ini Papua tengah dihadapkan pada situasi proxy war.

“Saat ini kita dihadapkan pada situasi proxy war, begitu pula soal Papua, yang sejak dulu menjadi rebutan Amerika, Australia dan negara negara lainnya, semua ada di Papua,” kata Hendrajit dalam diskusi Peran Media Menyorot Papua dari Perspektif Polkam, Sosial, Ekonomi dan Media Massa, yang digelar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Karena itu, lanjut Hendrajit, peran pers sudah seharusnya berdiri pada posisi netral. Bahkan harus menjadi benteng mencegah terjadinya proxy atau agen untuk kepentingan asing. “Khususnya di Papua,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Letjen (Purn) TNI Marinir Suharto mengenai masalah Papua, dirinya menilai tanpa disadari, pers juga turut menjadi senjata proxy war. “Ini yang harus diwaspadai,” ungkapnya dia.

Loading...

Menurutnya bukan hanya soal proxy war asing saja yang sekarang ini dialami rakyat Papua, tapi juga masalah kebijakan pemerintah.

Dirinya menjelaskan bahwa, permasalahan Papua tidak terlepas dari masalah daerah lain di wilayah NKRI, bahwa terdapat pelemahan sistem kehidupan budaya kearifan lokal oleh pemerintah yang berkolaborasi dengan corporate asing yang ingin menguasai kedaulatan kehidupan masyarakat lokal. (Cahyo)

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler