Berita UtamaKolomMancanegaraOpiniTerbaru

Media Barat Berusaha Menutupi Kegagalan Serangan Balasan Ukraina

Media Barat berusaha menutupi kegagalan serangan balasan Ukraina.
Media Barat berusaha menutupi kegagalan serangan balasan Ukraina/Foto: defense-update.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, media Barat terus mencoba untuk menghilangkan kesuksesan operasi taktis pasukan Rusia yang dilancarkan sejak Senin (12/9) dini hari yang membumi lantakkan infrastruktur strategis Ukraina.

Beberapa kota di negara itu dilaporkan benar-benar tanpa listrik dan internet, serta memutus platform komunikasi sipil dan militer utama sehingga Ukraina kehilangan sebagian besar kapasitas media domestiknya. Beberapa sumber mengklaim bahwa 50% infrastruktur penting Ukraina hancur hanya dalam dua jam aksi taktis Rusia.

Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana hasil “serangan balasan” skala besar pasukan Ukraina yang mengalahkan tentara Rusia (yang memang sengaja ditarik mundur) dan merebut kembali wilayah dengan cepat yang diklaim menuju kemenangan seperti yang dipropagandakan media Barat?

Seperti diketahui, Rusia pada 10 September mengumumkan menarik pasukannya dari wilayah Kharkov yang kemudian diklaim sebagai kemenangan oleh Kiev. Bahkan pemerintah Ukraina secara resmi   mengklaim pasukannya telah “menaklukkan kembali” lebih dari 3.000 kilometer wilayahnya yang ditinggalkan pasukan Rusia

Baca Juga:  PT Raihan Dukung MoU Antara Matrix NAP Info Dengan APJII

Jelas, berita itu disebarkan sebagai simbol “kekuatan” dan “ketahanan” tentara Ukraina. Apa yang disebut “perlawanan Ukraina” mendapat tepuk tangan di seluruh dunia barat.

Pancaran berita berulang kali memperkuat “pentingnya” dukungan militer dan keuangan ke Kiev – yang hasilnya terlihat seperti yang dipropagandakan. Bahwa paket bantuan secara positif telah meningkatkan perlawanan Ukraina dalam serangan balasan ini.

Bahkan Zelensky dan beberapa pejabat Ukraina mulai mengumumkan bahwa negara itu sedang menuju kemenangan militer. Tapi euforia ini singkat dan kenyataan tentang situasi dengan cepat terungkap.

Sementara itu, artileri berat Rusia semakin mengintensifkan serangan terhadap beberapa target lainnya. Mobilisasi cepat di beberapa titik-titik strategis selama penarikan mundur telah menimbulkan pertempuran sporadis yang mematikan. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir 4.000 tentara Ukraina yang terlibat dalam “serangan balasan” tewas, di samping 8.000 lainnya terluka.

Kabar mengenai kemenangan yang diperoleh pasukan Ukraina selama penarikan mundur yang dirancang secara strategis oleh Rusia tentu menjadi hoaks. Tepatnya adalah Rusia menghindari pertempuran langsung skala besar dengan menarik mundur pasukannya untuk persiapan serangan baru yang terbukti digelar pada 12 September dini hari. (Agus Setiawan)

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 4