Inspirasi

Maulid Nabi Harus Jadi Momentum Memperbaharui Tekad Bangsa

NUSANTARANEWS.CO – Putri Presiden RI ke-2, Titiek Soeharto, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya dijadikan momentum untuk memperbaharui tekad bangsa Indonesia guna mewariskan generasi yang kuat bagi kelangsungan peradaban bangsa.

Titiek mengatakan, mari kita secara bersama-sama memperkuat kembali ikatan persaudaraan bangsa ini. Semua pihak harus lebih bekerja keras lagi memajukan setiap lini kehidupan bangsa.

“Kita harus lebih bekerja keras memperpendek kesenjangan, mengurangi ketergantungan impor untuk menjadi bangsa yang mandiri dan berdaulat,” ungkapnya di Jakarta, Senin (12/12/2016).

Titiek yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu menuturkan, Agama Islam, sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW memberikan pesan untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah. Oleh karena itu, bangsa Indonesia sejak berhasil merebut kemerdekaan, terus berupaya meneguhkan kedaulatannya dan berusaha membangun diri sebagai bangsa yang kuat dalam berbagai aspek.

“Termasuk upaya-upaya pencerdasan kehidupan bangsa, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Agar generasi bangsa Indonesia semakin mampu membangun dan menegakkan jati dirinya sebagai bangsa ber-Tuhan, sesuai Dasar Negara Pancasila,” ujarnya.

Baca Juga:  Pengalaman Tak Diragukan, Perempuan Bangsa Jatim Beber Alasan Muhaimin Iskandar Layak Maju di Pilpres 2024

Mudah-mudahan, lanjut Titiek, semua pihak diberikan kemampuan memanfaatkan setiap momentum hari besar keagamaan, sebagaimana yang kita peringati hari ini, Senin (12/12/2016), untuk meningkatkan kualitas keimanan kita dan meningkatkan ketahanan spiritualitas kita.

“Semoga pula dalam sekala bangsa, mampu meningkatkan kualitas bangsa kita sebagai bangsa ber Tuhan, untuk terwujudnya peradaban bangsa ber-Tuhan yang semakin baik,” kata Politisi dari Partai Golkar itu.

Perjalanan peradaban bangsa Indonesia, menurut Titiek, mengalami pasang surut. Pada saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan dengan realitas masih besarnya tingkat kesenjangan, ketergantungan impor, serta  beragam ketegangan horizontal.

“Beragam ketegangan itu menyebabkan energi segenap elemen bangsa kita tidak terkonsolidasi untuk upaya-upaya percepatan pembangunan bangsa. Tantangan kebangsaan ini harus diatasi bersama oleh segenap komponen bangsa,” ungkapnya.

“Semoga Allah SWT, memberikan perlindungan kepada kita semua, memberi kemampuan dan kekuatan pada bangsa kita yang berdasarkan Pancasila, untuk benar-benar menjadi bangsa ber-Tuhan, yang berdaulat dan mandiri di segala sektor,” kata Titiek menambahkan. (Deni)

Related Posts

1 of 446