Masih Jadi Ancaman, Ternak di Jatim Mendesak Butuh Vaksin dan Obat Untuk Pengobatan PMK

Masih jadi ancaman, ternak di Jatim mendesak butuh vaksin dan obat untuk pengobatan PMK.
Masih jadi ancaman, ternak di Jatim mendesak butuh vaksin dan obat untuk pengobatan PMK.

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Bahaya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi ancaman bagi ternak di beberapa daerah di Jatim. Oleh sebab itu perlu ada penanganan cepat dari pemerintah baik dari pusat maupun propinsi atas munculnya PMK tersebut. Terlebih kurang dua bulan lagi memasuki Idul Adha.

Menurut wakil ketua Komisi B DPRD Jatim Amar Saifuddin mengatakan saat ini yang dibutuhkan adalah penanganan cepat untuk mencegah sebaran dari PMK tersebut.

“Saya mendengar kabar kalau pemerintah akan mendatangkan 3 juta vaksin dari Australia untuk penanganan PMK tersebut. Informasinya kisaran bulan Juni sudah didatangkan. Kalau bisa dipercepat untuk secepat mungkin penanganan PMK,”jelas politisi PAN tersebut saat ditemui di Dinas Pertanian Gresik, Jumat (27/5).

Mantan wabup Lamongan ini mengatakan pihaknya berharap agar vaksin tersebut segera didistribusikan ke sejumlah daerah yang mendesak untuk segera di tangani sebaran PMK nya. “Ada sejumlah daerah yang harus secepatnya ditangani, sehingga vaksin tersebut mendesak sekali dibutuhkan,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Pemerintah Australia telah menawarkan bantuan dana kepada Indonesia untuk mendapatkan vaksin guna mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Senin (23/5), Departemen Pertanian, Air dan Lingkungan Australia mengonfirmasi telah diberitahu tentang wabah PMK dan menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk memerangi dan mengatasi wabah itu.

Senada dengan Amar, anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mengatakan bahwa ada empat daerah di Jatim yang sudah dinyatakan ternaknya paling banyak terserang PMK. Empat daerah tersebut, lanjut politisi PDI Perjuangan ini antara lain Mojokerto, Sidoarjo, Gresik dan Lamongan.

“Dari pertemuan pihak-pihak terkait, di empat daerah tersebut dibutuhkan obat-obatan jenis paracetamol dan vitamin untuk mencegah ternak tertular PMK,” ungkapnya.

Dibeberkan oleh Erma, Pemprov Jatim bisa menggunakan anggaran bencana yang sudah dianggarkan di APBD Jatim untuk penanganan PMK karena hal tersebut masuk bagian dari bencana. (setya)