Korsel dan Korut Bakal Berunding, AS Titip Pesan

Sekretaris Negara Amerika Serikat Rex Tillerson. (Getty Images)

Sekretaris Negara Amerika Serikat Rex Tillerson. (Getty Images)

NUSANTARANEWS.CO – Rencana Korea Utara dan Korea Selatan untuk melakukan perundingan pekan depan tampaknya agak memberatkan pihak Pyongyang.

Pasalnya, Amerika Serikat justru menginginkan hal lain yang dibahas kedua negara dalam rencana perundingan tersebut. Awalnya, Korea Utara dan Korea Selatan berencana melakukan perundingan damai menyusul akan digelarnya Olimpiade Musim Dingin (Olympic Winter Games) 2018 yang akan berlangsung pada Februari-Maret di Pyeongchang.

Sebagai tuan rumah, Korea Selatan sangat berkepentingan untuk menjaga stabilitas keamanan dari tindakan-tindakan provokatif yang bisa membuat buyar pelaksanaan even tersebut.

Seoul sendiri telah menggaransi latihan militer gabungan tentara Korea Selatan dan AS yang jadwalnya digelar di waktu bersamaan even di Pyeongchang ditunda agar tak menyulut kemarahan Pyongyang.

Penundaan latihan militer gabungan ini membuat Korea Utara mulai mencair dan menawarkan perundingan dengan tetangganya tersebut. Tawaran Pyongyang sendiri disambut baik Korea Selatan, bahkan Presiden AS Donald Trump.

Namun, Sekretaris Negara AS Rex Tillerson justru melemparkan wacana yang berpotensi membuat Korea Utara membatalkan tawaran perundingan dengan Korea Selatan. Perundingan pertama kali sejak dua tahun antara kedua negara Korea ini bisa jadi membuat Pyongyang marah.

Reuters melaporkan, Tillerson justru menginginkan perundingan Korea Selatan dan Korea Utara harus berbicara tentang denuklirisasi.

“Jika perundingan itu terjadi, mereka harus diarahkan untuk denuklirisasi,” kata Tillerson.

Usulan Tillerson ini tampaknya agak sulit diterima Korea Utara. Sebab, Kim Jong-un beberapa waktu lalu telah mengumumkan bahwa program senjata nuklirnya telah sempurna. Dan selama ini, Korea Utara bersikeras program senjata nuklirnya tetap dilanjutkan di tengah kecaman AS dan PBB.

Bagi Tillerson, perundingan Korea Selatan dan Korea Utara harus di bawah kendali AS karena Washington ingin punya keterlibatan penuh atas kedua Korea di masa depan.

Dilaporkan, Korea Selatan dan Korea Utara berencana menggelar perundingan pada Selasa depan di desa Panmunjom, sebuah desa di mana kedua negara bersepakat untuk gencatan senjata pada Perang Korea 65 tahun silam.

Namun begitu, juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Baik Tae-hyun mengatakan perundingan akan membahasa Olimpiade Musim Dingin, hubungan antar-Korea, latihan militer dan senjata nuklir. (red)

Editor: Eriec Dieda

Exit mobile version