Connect with us

Budaya / Seni

Kopi Pahit buta Negeri

Published

on

Secangkir Espresso, Segelas Air, Asbak Kosong dan Aku (Ilustrasi). Foto: Sulaiman/ NUSANTARANEWS.CO

Kopi Pahit buta Negeri, Puisi HM. Nasruddin Anshoriy Ch

KOPI PAHIT BUAT NEGERI

Kepada negeri yang selalu disinari Cahaya Ilahi
Kemilau matahari yang terang-benderang menyalakan rindu di dalam hati
Pagi ini kuhidangkan kopi pahit untukmu

Salam dan bahagia selalu kupanjatkan dalam tegur sapa dan doa
Menjadi partitur kalbu dalam orkestra jiwa

Nyala rindu nyala kalbu merayakan kilau semesta
Bening embun bening cinta menyejukkan hati dalam hidup yang fana

Secangkir istighfar kucampur dalam kopi pahit ini
Merayakan kilau kemesraan di mihrab cinta

Padamu negeri kami berbakti
Mencangkul sawah-ladang dan menaburkan biji
Menanam kemuliaan dan akal budi untuk Ibu Pertiwi

Betapa bersyukur kami tinggal di desa
Betapa bahagia bisa memakmurkan bumi dengan cinta yang bersahaja

Pada kicau burung kami belajar merawat nada
Pada bunyi serangga kami berguru menyatukan irama
Hanya keindahan yang kupetik dari harum melati dan wangi cempaka

Membuka hari yang suci dan berkah ini
Jum’at bertabur rahmat
Sekuntum salam kupersembahkan
Seikat berkah yang kuhaturkan

Tanpa kebencian!
Tanpa kebencian!

(Embun Jum’at, 2017)

Baca puisi-puisi HM. Nasruddin Anshoriy Ch di rubrik Puisi (Indonesia Mutakhir).

*HM. Nasruddin Anshoriy Ch atau biasa dipanggil Gus Nas mulai menulis puisi sejak masih SMP pada tahun 1979. Tahun 1983, puisinya yang mengritik Orde Baru sempat membuat heboh Indonesia dan melibatkan Emha Ainun Nadjib, HB. Jassin, Mochtar Lubis, WS. Rendra dan Sapardi Djoko Damono menulis komentarnya di berbagai koran nasional. Tahun 1984 mendirikan Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Pesantren Tebuireng, Jombang. Pada tahun itu pula tulisannya berupa puisi, esai dan kolom mulai menghiasi halaman berbagai koran dan majalah nasional, seperti Horison, Prisma, Kompas, Sinar Harapan dll. (Selengkapnya)

Baca Juga:  Sebulir Dingin Mata Yang Padam - Puisi Abdul Bari

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Terpopuler