Jumlah Ternak Diserang PMK Terus Bertambah, Agusdono: Isolasi Ternak Maksimal di Kabupaten Malang

Jumlah ternak diserang PMK terus bertambah, Agusdono: Isolasi ternak maksimal di Kabupaten Malang
Jumlah ternak diserang PMK terus bertambah, Agusdono: Isolasi ternak maksimal di Kabupaten Malang

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota komisi B DPRD Jatim Agusdono Wibawanto mengatakan pihaknya berharap Pemkab Malang secepatnya melakukan isolasi terhadap ternak di kabupaten Malang, mengingat pandemi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak di kabupaten Malang semakin hari semakin tambah.

“Perlu ada tindakan cepat dari Pemkab untuk bergerak secara maksimal dengan melakukan isolasi terhadap ternak yang terjangkit PMK,” jelas politisi asal Demokrat ini saat dikonfirmasi, Kamis (26/5).

Pria asal Malang ini mengatakan selain melakukan isolasi terhadap ternak, ada beberapa langkah-langkah pencegahan yang perlu diketahui oleh semua masyarakat termasuk para peternak. “Para peternak harus memastikan lingkungan hewan ternak bersih dan steril dengan menggunakan disinfektan dan kedatangan orang dan peternak juga harus dibatasi,” ujarnya.

Penularan PMK ini, kata Agusdono terjadi karena beberapa faktor. Pertama, sterilisasi kandang dan peralatan perawatan sapi tidak maksimal. Pria bergelar doctor ini lalu merinci penularan bisa terjadi dari mana saja. Manusia bisa menjadi karier virus dan mengenai ternak. Binatang yang sakit juga akan menulari yang sehat ketika dikumpulkan.

Penularan bisa terjadi juga, sambung Agusdono karena adanya sapi terjangkit virus tapi tanpa gejala. Dengan kata lain, hewan tersebut tak menunjukkan hidung yang pilek atau kuku yang mengelupas. Layaknya Orang Tanpa Gejala (OTG) pada Covid-19, sapi tanpa gejala juga berpotensi menyebarkan virus. ”Sampai sekarang ini belum ada informasi kalau ada sapi mati karena PMK tersebut,” ungkapnya.

Agusdono mengatakan sebenarnya untuk penanganan PMK, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sendiri telah mengeluarkan SE tentang penanggulangan PMK. Setelah dua pekan dikeluarkan, SE tersebut akan dievaluasi oleh Dinas Peternakan dan Pemerintah Kabupaten Malang.

Berdasarkan laporan diterima, wabah PMK semula hanya menjangkit 38 sapi di Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Namun setelah 13 hari, jumlahnya meningkat hingga mencapai ratusan sehingga merugikan peternak.

Berdasarkan data Posko Terpadu Penanganan PMK Hewan Ternak Pemprov Jatim per tanggal 24 Mei 2022 sebanyak 8.794 sapi terjangkit PMK. Dari total tersebut sebanyak 1.482 sapi telah dinyatakan sembuh dari PMK.

Sedang untuk sebaran kasus PMK di Jatim, 5 Wilayah yang tercatat memiliki jumlah kasus PMK Hewan Ternak aktif yakni Lumajang dengan 1.595 kasus, Gresik dengan 1.531 kasus, Mojokerto dengan 1.175 kasus, Probolinggo dengan 972 kasus, dan Sidoarjo 862 kasus. (setya)