Connect with us

Rubrika

Indonesia Masuk Top Ten Negara Teraman Di Dunia

Published

on

Indonesia Masuk Top Ten Negara Teraman Di Dunia

NUSANTARANEWS.CO – Laporan Gallup Global Law and Order 2018 yang dirilis kemarin, mewawancarai hampir 150.000 penduduk di 142 negara memasukan Indonesia dalam “Top Ten” negara teraman. Dalam ajang jajak pendapat itu, Indonesia berada dalam peringkat ke 9.

Singapura masih menempati peringkat teratas dengan indeks angka sebesar 97, sedangkan Venezuela berada di nomor buncit dengan angka 44. Indonesia berhasil meraih angka 89, atau hanya terpaut satu angka di bawah Kanada dan Swiss.

Hasil jajak pendapat itu didapat dari responden yang merasa aman keluar malam dan tidak merasa menjadi waswas akan tindak kejahatan di daerahnya.

Beberapa pertanyaan yang diajukan terkait rasa aman adalah rasa percaya terhadap pihak kepolisian, seberapa banyaknya kasus pencurian yang terjadi, dan keselamatan saat berjalan di malam hari. Jangka waktunya adalah selama setahun terakhir.

Saat jajak pendapat berlangsung, penduduk Mesir merasa jika mereka bisa mempercayai aparat kepolisian. Itu sebabnya kenapa Mesir bisa meraih angka sebesar 88 atau terpaut lima angka di atas Selandia Baru, empat angka dari Amerika Serikat, dan dua angka dari Inggris.

Berikut adalah 10 negara teraman versi Gallup Global Law and Order;

  1. Singapura
  2. Norwegia
  3. Islandia
  4. Finlandia
  5. Uzbekistan
  6. Hong Kong
  7. Swiss
  8. Kanada
  9. Indonesia
  10. Denmark

Ms Nicole Naurath, direktur regional jajak pendapat Gallup World untuk Asia, mengatakan hasilnya tidak mengherankan karena “Singapura menekankan keselamatan dan keamanan di seluruh aspek masyarakat sebagai sarana untuk memastikan kemakmurannya”.

Sementara itu, Venezuela dan Afghanistan ditandai sebagai negara yang paling tidak aman. 68% orang di seluruh dunia merasa aman berjalan sendirian di malam hari, tetapi angka ini turun hingga 17% di Venezuela. Hampir satu dari empat orang Venezuela mengatakan mereka telah diserang dalam 12 bulan sebelumnya, dan 42 persen melaporkan telah memiliki properti atau uang yang dicuri pada periode yang sama.

Afghanistan yang dilanda perang melaporkan tingkat pencurian yang lebih tinggi tetapi juga kepercayaan diri yang lebih tinggi terhadap polisi dan tingkat penyerangan yang lebih rendah. (Aya)

Komentar

Advertisement

Terpopuler