Connect with us

Berita Utama

Fregat Canggih Bergamini Class Kedua Mesir Mulai Uji Coba Laut

Published

on

Fregat canggih bergamini class kedua Mesir mulai uji coba laut.

Fregat canggih bergamini class kedua Mesir mulai uji coba laut/Bernees (FFG 1003), berlayar dari La Spezia pada tanggal 15 Februari. Ini adalah bekas FREMM “Emilio Bianchi” yang dibuat untuk Angkatan Laut Italia/Foto: Naval News

NUSANTARANEWS.CO – Fregat canggih Bergamini class kedua Mesir mulai uji coba laut. Fregat FREMM kedua yang sebelumnya dikenal sebagai “Emilio Bianchi” kemudian dinamai Bernees (FFG 1003) oleh Angkatan laut Mesir. Menurut informasi terakhir, fregat dengan lambang Mesir tersebut telah memulai uji coba laut sekitar 15 Februari lalu.

Sejauh ini, terkait pengiriman Bernees belum diungkapkan kepada publik. Tapi diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang menyusul fregat pertama Al Galala (FFG 1002) yang meninggalkan La Spezia pada 25 Desember dan tiba di Alexandria pada 30 Desember.

Fregat terbaru Angkatan Laut Mesir, Bernees (FFG 1003), seperti halnya Al Galala beberapa sestem peperangan elektronik dan perangkat Thales Altesse CESM, termasuk antena komunikasi telah diturunkan. Sisanya tidak ada perubahan sesuai dengan standar FREMM aslinya.

Meski begitu, tetap saja fregat Bergamini class ini memiliki fleksibilitas tingkat tinggi yang mampu beroperasi dalam segala situasi taktis. Memiliki panjang 144 meter, lebar 19,7 meter dan berbobot penuh 6.700 ton – kapal dapat melaju dengan kecepatan maksimum lebih dari 27 knot serta kapasitas akomodasi untuk 200 orang awak.

FREMM adalah fregat multiguna yang dirancang oleh perusahaan Prancis Naval Group dan Fincantieri Italia untuk angkatan laut Prancis dan Italia. Program FREMM terdiri dari pembangunan 18 kapal: 8 untuk Prancis, 10 untuk Italia yang tenggat waktunya hingga 2022 untuk menyelesaikan keselurahannya sejak kiriman kapal pertamanya pada 2012.

Baca Juga:  Sehari Jelang Coblosan, Warga Simokerto Doakan Gus Ipul-Puti

Pada 16 Februari 2015, Angkatan Laut Mesir mengakuisisi satu FREMM Prancis Normandie menjadi Tahya Misr (FFG 1001) – sebagai bagian dari kesepakatan besar senilai US$ 5,9 miliar – termasuk 24 Rafale dan rudal.

Seperti halnya FREMM kelas Aquitaine Prancis, Mesir kemudian menggunakan perangkat satelit telekomunikasi militernya sendiri, yang dipasok oleh Airbus Defense and Space dan Thales Alenia Space untuk kebutuhan Angkatan Lautnya, termasuk untuk kedua kapal fregat kelas Bergamini Itali. (AS)

Loading...

Terpopuler