Connect with us

Budaya / Seni

Budaya Tiki Diangkat Sebagai Tema Pameran Los Angeles

Published

on

Gambar lukisan Shag Ka Pele O Maleko milik La Luz de Jesus. (Foto: Welikela/LA)

NUSANTARANEWS.CO – Pameran Los Angeles tahun ini diusung dalam tema “The Art of Tiki“. Pameran ini diselenggarakan di La Luz de Jesus Gallery di Los Feliz, Los Angeles. Pameran ini telah dibuka pada Jum’at (6/10) lalu dan akan berlangsung hingga 29 Oktober.

Dilansir dari Reuters, The Art of Tiki diusung dengan pemikiran akan membangkitkan kembali budaya Tiki yang pernah marak di Amerika pada taun 1950-an. Budaya Tiki dalam pameran tersebut merupakan artefak budaya dari Polinesia dan Melanesia.

Pameran ini mempertunjukkan segala sesuatu mulai dari perabot ciri khas Tiki, patung atau ukiran hingga seni modern khas Tiki. Budaya Tiki pada dasarnya dapat diidebtikan dengan budaya orang pesisir yang glamor dan suka berpesta. Tidak hanya dikenal dari Polinesia atau Malanesia saja, bidaya Tiki juga dikenal pula di wilayah Hawaii dan Mauri.

Ketika kita melihat berbagai lukisan yang menggambarkan budaya Tiki, kita akan melihat berbagai warna yang cerah, suasana pesta dan berbagai perabot dan ukiran yang sangat mencolok.

“Beberapa bagian memiliki unsur sci-fi. Beberapa bagian memiliki unsur abad pertengahan lainnya yang sebenarnya bukan Tiki tapi karena berasal dari era yang sama, tampak akrab dan mereka benar-benar kombinasi yang baik, ” kata direktur galeri Matt Kennedy saat diwawancarai Reuters.

Kennedy menjelaskan, selama dua puluh tahun barang-barang bernuansa budaya Tiki yang pertama di bawa ke daratan Amerika Serikat oleh bala tentara amerika yang bertugas di Pasifik Selatan, menemukan jalan mereka ke rumah-rumah orang Amerika sampai dianggap tidak sensitif terhadap isu budaya. Kemudian hal serupa kembali muncul dalam budaya pop melalui teka-teki bertema Tiki.

Baca Juga:  Los Angeles, Kota Termacet di Dunia

Pameran ini bertujuan untuk mengangkat kembali budaya Tiki yang mungkin tidak benar-benar diketahui oleh orang kebanyakan atau disalah mengerti oleh generasi saat ini.

Penulis: Riskiana/Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler