Connect with us

Lintas Nusa

Biaya Kuliah Naik, Mahasiswa UST Yogya Protes

Published

on

MMU-KBM UST menggelar gerakan pemasangan spanduk dan poster di titik strategis area Kampus 3 FKIP UST Jogja, Jl. Batikan, Umbulharjo. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Yogyakarta – Mahasiswa yang tergabung dalam Majelis Mahasiswa Universitas, Keluarga Besar Mahasiswa, Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa (MMU-KBM UST) menggelar gerakan pemasangan spanduk dan poster di titik strategis area Kampus 3 FKIP UST Jogja, Jl. Batikan, Umbulharjo.

Poster-poster tersebut bertuliskan penolakan ihwal kenaikan biaya kuliah di – Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. Massa aksi turun ke jalan jalan dengan long march mulai dari Kampus 3 FKIP UST Jl. Batikan, menuju Kampus 4 Fakultas. Pertanian UST Jl. menuju Kampus 2 Fakultas EKONOMI UST Jl. Kusumanegara, dan berpusat di Kampus Pusat UST, Jl. Kusumanegara No. 157 Yogyakarta, Rabu (7/3/2018).

Massa melakukan orasi menolak kenaikan biaya kuliah mereka. Dalam pers rilisnya, MMU-KBM UST menyebut kenaikan biaya kuliah terjadi pada beberapa hal antara lain kenaikan biaya skripsi, kenaikan biaya SPP tetap dan SPP variabel dan kenaikan biaya cuti kuliah.

MMU-KBM UST menggelar gerakan pemasangan spanduk dan poster di titik strategis area Kampus 3 FKIP UST Jogja, Jl. Batikan, Umbulharjo. (Foto: Istimewa)

MMU-KBM UST menggelar gerakan pemasangan spanduk dan poster di titik strategis area Kampus 3 FKIP UST Jogja, Jl. Batikan, Umbulharjo. (Foto: Istimewa)

“Masalah-masalah ini dianggap oleh mahasiswa sudah melewati tingkat wajar,” kata Koordinator Aksi, Qomarudin Sowakil.

Pihak kampus yang diwakili oleh wakil rektor III bidang keuangan dan rektor III bidang kemahasiswaan akhirnya keluar gedung dan meminta perwakilan massa aksi untuk berdialog.

Dialog terlaksana dengan penyampaian tuntutan dan argumentasi dari kedua belah pihak. “Setelah melalui perdebatan dialektika yg cukup alot, akhirnya tuntutan mahasiswa dapat dipenuhi,” ungkap Qomarudin.

Pewarta: Yahya Suprabana

Jurnalis dan editor di Nusantara News, researcher lepas. | life is struggle and like in silence |

Advertisement
Advertisement

Terpopuler