Connect with us

Mancanegara

Bagaimana Hizbullah Mengalahkan Israel Dalam Perang Lebanon 2006

Published

on

Bagaimana Hizbullah mengalahkan Israel dalam Perang Lebanon 2006

Bagaimana Hizbullah mengalahkan Israel dalam Perang Lebanon 2006

NUSANTARANEWS.CO – Bagaimana Hizbullah mengalahkan Israel dalam Perang Lebanon 2006 (12 Juli hingga 14 Agustus). Para pejuang Hizbullah betul-betul memanfaatkan terowongan bawah tanah yang mereka buat untuk bertempur membantai tentara Israel yang didukung peralatan canggih. Dari terowongan-terowongan bawah tanah, pejuang Hizbullah seketika muncul dengan cepat, menembakkan rudal antitank dengan cepat dan tepat melalui sandaran bahu, kemudian menghilang lagi.

Jenderal Israel mengeluh menghadapi perang taktik perang gerilya konstan tersebut dengan mengatakan: “Kami tidak tahu di mana semua terowongan itu berada sehingga mereka dapat melakukan serangan kejutan yang mematikan.”

Selama perang 33 hari itu, rudal-rudal anti-tank Hizbullah menjadi sebuah teror yang menakutkan bagi pasukan Israel. “Begitu menakutkan,” pengakuan David Ben-Nun (24), seorang prajurit di brigade Nahal yang diterjunkan dalam Perang Lebanon tersebut. Menurutnya, pasukan tidak dapat bertahan menghadapi gempuran rudal dari pejuang Hizbullah yang tersembunyi, tambahnya.

Dengan dukungan peralatan komunikasi dan persenjataan modern, jaringan terowongan yang penuh jebakan, serta pejuang yang terlatih, mengakibatkan moral pasukan Israel runtuh setelah menjadi bulan-bulanan selama empat minggu di medan tempur. Apalagi tank-tank Israel termasuk Merkava hancur tak berdaya menghadapi rudal panggul pejuang Hizbullah.

Persenjataan pejuang Hizbullah telah meningkat dengan tajam, demikian pula taktik pertempurannya. Pejuang Hizbullah berbeda dengan pejuang Hamas atau Palestina,” kata seorang prajurit Israel. “Pejuang Hizbullah terlatih dengan kualitas tinggi, dilengkapi dengan jaket anti-peluru, kacamata penglihatan malam, perangkat komunikasi yang baik dan amunisi. Kita semua terkejut,” tambahnya.

Selama enam tahun persiapan mengusir pendudukan Israel di Lebanon selatan, pejuang Hizbullah telah berhasil membangun pasukan infanteri terbaik di dunia dengan perlengkapan tempur modern, serta ketrampilan menggunakan senjata, mulai anti-tank, peledak plastik semtex, serta taktik perang gerilya modern.

Baca Juga:  Lanjutkan Studi Militer ke Amerika Serikat, Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo Lepaskan Jabatan Danrem 083 Baladhika Jaya

Keterampilan tinggi pejuang Hizbullah dalam menggunakan rudal anti-tank berhulu ledak ganda berurutan yang dipandu laser dalam jarak dua kilometer, secara efektif telah membantai sebagian besar pasukan Israel.

Rudal anti-tank buatan Rusia milik Hizbullah, yang dirancang untuk menembus kendaraan lapis baja, telah menghancurkan kendaraan tempur Israel, Humve serta Tank Merkava yang paling modern buatan Israel di garis depan, kata seorang komandan tank Israel.

Pejuang Hizbullah juga menggunakan rudal anti-tank Sagger untuk menembak pasukan Israel yang berlindung di rumah-rumah atau di balik dinding. Di mana ledakan pertama menembus dinding beton, dan yang kedua meledak di dalam. Dengan keterampilan ini, boleh dikatakan dalam jarak tiga kilometer, pejuang Hizbullah mampu menembus dinding beton, seperti menembus pelindung baja tank.

Garda Revolusi Iran telah dengan sangat baik melatih pejuang Hizbullah untuk mengatur dirinya layaknya “Koppasus”, dengan unit khusus, intelijen, bahan peledak, perang anti-tank, peluncuran roket, dan teknik tempur lainnya.

Penasihat militer Iran juga mengajarkan Hizbullah tentang pengalaman Perang di Irak, bagaimana mengarahkan roket, improvisasi membuat peledak untuk menghancurkan kendaraan lapis baja Amerika, bahkan melatih menembakkan rudal C-802 yang merusak kapal perang Israel.

Perwira militer Iran juga telah melatih Hizbullah untuk mengarahkan dan menembakkan rudal jarak menengah Iran, seperti Fajr-3 dan Fajr-5, kata pejabat intelijen di Washington. Namun sejauh ini, Iran tampaknya belum memberi izin Hizbullah untuk menembakkan rudal Zelzal, kata militer Israel.

Militer Israel juga mengatakan bahwa Suriah telah memberi Hizbullah rudal anti-tank canggih buatan Rusia RPG-29 – yang mampu menembus baja tank Israel dalam jarak hampir lima kilometer.

Rusia tampaknya menutup mata terhadap keluhan Tel Aviv, kata seorang pejabat senior Israel.

Baca Juga:  AS dan Kanada Peringati 60 Tahun Usia Komando Gabungan NORAD

Militer Israel runtuh moralnya setelah kalah dalam Perang Lebanon 2006. Kini setelah lebih dari satu dekade, akankah pasukan Israel kembali dibuat kocar-kacir oleh pejuang Hizbullah dalam perang Lebanon mendatang yang lebih mematikan? (Agus Setiawan).

 

*Dengan sedikit revisi, tulisan ini kembali ditayangkan untuk mengenang 33 hari Perang Lebanon 2006 (12 Juli hingga 14 Agustus). Tayang perdana 20 Juni 2019.

Loading...

Terpopuler