Connect with us

Mancanegara

Alternatif Pengganti Sistem Pertahanan Aegis Ashore Jepang

Published

on

Alternatif pengganti sistem pertahanan Aegis Ashore Jepang.

Alternatif pengganti sistem pertahanan Aegis Ashore Jepang. gambar Raytheon Rudal supersonik Rolling Airframe Missile (RAM)/Foto: Defence World.

NUSANTARANEWS.CO, Tokyo – Alternatif pengganti sistem pertahanan Aegis Ashore Jepang. Produsen pertahanan Aegis Ashore Amerika Serikat (AS) Lockheed Martin mengatakan bahwa pengalihan sistem pertahanan rudal berbasis darat menjadi pertahanan berbasis laut akan menghabiskan biaya terlalu mahal, lansir NHK beberapa waktu lalu.

Penasihat keamanan nasional Jepang Kitamura Shigeru menyampaikan kepada mitranya Robert O’Brien di Washington bahwa Jepang tengah mengkaji alternatif bagi sistem pertahanan rudal Aegis Ashore pada hari Kamis (24/09).

Kitamura menegaskan bahwa Perdana Menteri Jepang yang baru Suga Yoshihide tetap berkomitmen untuk memperkuat aliansi Jepang-AS dan menjelaskan bahwa saat ini pemerintah Jepang tengah bekerja menyusun kebijakan baru dalam pertahanan rudal yang akan mencakup pengganti Aegis Ashore.

Seperti diketahui, pada Juni lalu pemerintah Jepang membatalkan rencana berbiaya miliaran dolar untuk instalasi sistem pertahanan Aegis Ashore berbasis darat. Menurut para pengamat biaya modifikasi Aegis Ashore agar dapat menahan gelombang lautan membutuhkan pembongkaran mesin berskala besar yang sangat mahal, termasuk radar dan peralatan lainnya dan karena itu tidak rasional.

Kementerian Pertahanan jepang belum menentukan rencana meski telah mengajukan anggaran untuk tahun fiskal mendatang. Ada beberapa opsi yang akan dipilih, salah satunya adalah membangun kapal perusak canggih dalam skala besar untuk pertahanan lepas pantai.

Pemerintah sangat tertarik untuk mengoperasikan sistem Aegis Ashore pada sebuah kapal perusak, kata sumber koalisi. Namun hingga kini belum ada belum ada opsi yang divalidasi, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

“Kami tidak ingin tergesa-gesa. Kami akan membuat pertimbangan dengan hati-hati,” kata seorang pejabat kementerian.

Baca Juga:  Sebut Ada Aktor Politik di Balik 4 November, Nasir Djamil: Mungkin Presiden Kurang Tidur

Para anggota parlemen Jepang sendiri sebagian besar menyukai gagasan konstruksi kapal perusak sebagai sistem pertahanan yang dapat lebih diandalkan. (Banyu)

Loading...

Terpopuler