2 Helikopter Anti Kapal Selam Canggih Diserahkan Prabowo Untuk TNI AL

Prabowo serahkan 2 helikopter anti kapal selam canggih untuk TNI AL
Prabowo serahkan 2 helikopter anti kapal selam canggih untuk TNI AL/Foto: defense-update.com/TNI AL akan menerima 11 helikopter anti-kapal selam canggih AS565MBe yang dapat beroperasi dari kapal dan pantai.

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – 2 helikopter anti kapal selam canggih. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyerahkan dua unit Helikopter Anti Kapal Selam (AKS) AS565 MBe Panther dan satu unit Pesawat Patroli Maritim CN235 (MPA) di Hangar Service Pesawat PT DI, Bandung pada hari Rabu (15/6) kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono.

Menteri Pertahanan Prabowo menegaskan, bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bekerja keras agar anggaran yang dikeluarkan diarahkan untuk industri pertahanan dalam negeri.

CN235 MPA yang diserahterimakan tersebut merupakan pesawat pertama yang telah ditingkatkan termasuk sistem avioniknya dengan menggunakan teknologi “full glass cockpit” terkini dan tampilan digital terintegrasi.

Sedangkan Helikopter AS565 MBe Panther merupakan Helikopter Naval Version sebagai hasil kolaborasi industri PT DI dan Airbus Helicopters – yang telah dilengkapi Dipping Sonar L3 Ocean System DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS) dan torpedo launching system. Sonar tersebut memiliki jangkauan hingga 30 nautical miles dan dapat beroperasi optimal pada kedalaman hingga 500 meter untuk pengawasan dan pencarian bawah permukaan.

HELRAS telah digunakan oleh beberapa jenis helikopter seperti EH-101 dan SH-3 Angkatan Laut Italia dan varian ASW NH-90 Eropa.

Airbus Helicopters mengklaim bahwa Panther akan menjadi anti-submarine warfare (ASW) yang paling mumpuni di kelasnya dengan kemampuan beroperasi dari korvet atau fregat kecil.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan Angkatan Laut yang kuat yang mampu menjaga kekayaan laut Indonesia.

Indonesia membutuhkan Angkatan Laut yang kuat agar mampu menjaga kekayaan laut Indonesia yang luasnya setara wilayah Eropa dan ditaksir memiliki kekayaan laut setara US$30 miliar.

“Kalau kita tidak punya Angkatan Laut yang kuat, jangan salahkan negara lain yang mengambil kekayaan kita, ikan kita, gas kita, minyak kita,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo merupakan kewajaran bila negara menyediakan anggaran US$ 2 miliar tiap tahun untuk menjaga aset bernilai US$ 30 miliar ini.

Oleh karena itu, Prabowo meminta PT DI agar menambah inovasi baru dan dapat mempercepat produksi alutsista untuk kebutuhan TNI. (Agus Setiawan)