Ilustrasi kuliner tradisional Indonesia, Kue putu/Foto via Inggitfidriyani.weebly.com
Ilustrasi kuliner tradisional Indonesia, Kue putu/Foto via Inggitfidriyani.weebly.com
Ilustrasi kuliner tradisional Indonesia, Kue putu/Foto via Inggitfidriyani.weebly.com

NUSANTARANEWS.CO – Sudah familiar di tengah masyarakat kita berbagai kuliner asing seperti Kebab dari Turki, Sushi dari Jepang, Roti Canai dari India, dan kuliner negara lainnya yang menyatu dengan simbol negara asalnya. Bukan hanya makanannya, bahkan budaya sajian kulinernya pun sudah masuk dan menukar ranah tradisi budaya tradisonal. Untuk itu, semua pihak sudah semestinya gencar melestarikan dan turut serta mempromosikan jajanan pasar tradisional Indonesia.

Hal ini diungkapkan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI XLIX (IKAL 49) di Jakarta seperti dikutip siara persnya yang diteriama Nusantaranews. Dikatakan, Ketua IKAL 49 Boedhi Setiadjid, setiap provinsi ataupun kota di Indonesia juga mempunyai makanan tradisional yang khas. Menurutnya, kuliner tradisional bisa menjadi salah satu bagian dari atribut Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Kuliner Indonesia adalah warisan budaya bangsa kita. Bukan saja karena rasanya yang enak atau tampilannya yang menarik, melainkan juga sarat dengan unsur simbolisme atau perlambangan. Kita juga ingin kuliner Indonesia bisa dikenal oleh bangsanya sendiri dan juga dikenal dunia,” tegasnya.

Lebih lanjut, para pelaku wirausaha kuliner tradisional harus konsisten melakukan kreasi dan inovasi agar kuliner khas Indonesia bisa lebih dikenal dunia. Dalam melakukan kegiatan promosi dan pemasaran yang lebih luas, para pelaku usaha kuliner tradisional dapat memanfaatkan teknologi informasi yang sekarang ini sedang berkembang pesat.

Sebab, peluang besar sebetulnya sudah sangat terbuka luas bagi para pelaku usaha kuliner tradisional dalam lingkup usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Dengan munculnya para wirausahawan baru, tingkat pengangguran tentu akan semakin berkurang. Banyak sekali jenis peluang usaha kecil atau menengah yang bisa dijalankan tanpa harus dengan dana yang besar, seperti bisnis kuliner yang pasarnya cukup menjanjikan,” ungkap Boedhi. (eriec dieda)

Berita Terkait:

  1. Mengakhiri Libur Lebaran Dengan Lotek dan Gado-Gado Teteg di Yogyakarta
  2. Berburu Oleh-oleh Khas Kalimantan

Komentar