Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan. Foto Andika/Nusantaranews
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan. Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah telah menugaskan badan usaha milik negara Perum Bulog untuk mengimpor daging kerbau asal India untuk mengantisipasi lonjakan permintaan maupun harga atau defisit. Sebab, berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan (Kemendag), pada tahun ini masih ada sisa 21.000 ton daging kerbau India yang diimpor sampai Maret, dan 30.000 ton yang akan diimpor sampai Juni.

“Saya prinsipnya sampai Juni pun masih jalan karena saya khawatir kalau sisanya harus upayakan lagi ke Rakortas. Kalau sampai tidak jadi disetujui berarti saya harus cari lagi, masukin dari yang lain, karena Mei sudah merah (defisit),” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan di Jakarta yang ditulis Sabtu (25/2/2017).

Khusus untuk kuota 30.000 ton, direncanakan akan ada pertemuan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Rapat ini dilakukan lantaran ada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materiil Undang-Undang nomor 41 tahun 2014 Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Namun, Oke belum bisa memastikan kapan pertemuan itu dilakukan, tetapi ia mengaku sudah memeiliki rencana lain jika 30.000 ton impor daging kerbau tersebut ditangguhkan. “Ya kalau keluar sekarang kan pas 4 bulan Februari-Mei, berarti komposisinya dengan daging, ada daging dan sapi. Mau daging sapi atau daging kerbau ajuin saja terserah,” ungkap Oke.

Lebih lanjut, kata Oke Nurwan, nantinya soal penentuan negara asal impor daging maupun sapi hidup akan disesuaikan berdasarkan Putusan MK. Sementara, impor daging kerbau dari India ini sifatnya sementara hanyab sampai kebutuhan Puasa dan Lebaran terpenuhi.

“Kita sudah pikirkan sifatnya sementara, tidak harus karena waktu kuotanya cukup. Kalau 30.000 ton ini sampai 100.000 ton jadi sebatas itu saja. Soal nanti ditambah itu ada mekanisme, harus menunggu PP dan Permentan yang baru, belum lagi lihat zona base,” tutur dia.

Reporter: Richard Andika

Komentar