Tiga Kementerian Bersinergi Tumbuhkan Dunia Usaha Dengan Digital Signature

0
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggartiasto Lukita dalam Konferensi Pers, di Jakarta, Jumat, (23/12/2016)/Foto Fadilah/NUSANTARAnews
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggartiasto Lukita dalam Konferensi Pers, di Jakarta, Jumat, (23/12/2016)/Foto Fadilah/NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan, seiring reformasi pelayanan publik di sektor perdangan Kementerian Perdaganan (kemendag) dorong pelayanan yang transparan. Hal itu disampaikannya saat peluncuran pelayanan perizinan online dengan tanda tangan digital/elektronik (digital signature) di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

“Reformasi perizinan perdagangan ini diterapkan sebagai bentuk partisipasi dan komitmen Kemendag untuk mewujudkan layanan yang transparan/cepat serta menumbuhkan dunia usaha yang maju di era digitalisasi ekonomi, sekaligus melaksanakan amanat Presiden RI tentang sapu bersih pungutan liar (SABER PUNGLI) di lembaga-lembaga pemerintahan,” terang Mendag di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (23/12/2016) kemarin.

Menurut Mendag, perizinan online dengan digital signature secara signifikan akan mengurangi pertemuan tatap muka antara pemohon dengan pemberi perizinan. “Dengan begitu, potensi pungutan liar dan penyalahgunaan wewenang bisa diminimalisasi,” imbuh Mendag.

Baca : Mendag Yakin Indonesia Menjadi Kekuatan Ekonomi di Masa Depan Dengan Dua Kata Kunci

Menteri Enggar menyampaikan, ketika perdagangan berputar 24 jam sehari, 7 hari seminggu nonstop, digitalisasi dan otomatisasi proses bisnis sudah menjadi keharusan, termasuk di sektor pemerintahan dan layanan publik. Karena itu, Kemendag maju selangkah dengan meluncurkan perizinan online dan digital signature ini.

Pelayanan perizinan online atas kerjasama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, beserta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur ini akan diberlakukan efektif per 1 Januari 2017.

Ada dua aspek penting dari perizinan online dan digital signature ini. Pertama, yaitu inovasi pelayanan oleh pemerintah yang menuntut mindset baru pada aparatur sipil negara (ASN). Oleh karena itulah Menteri PAN-RB dan Ketua Ombudsman juga turut hadir pada peluncuran ini. “Ini soal mindset pelayanan yang harus berubah. Tidak ada alasan untuk memperlambat proses karena semuanya sudah transparan, kapan berkas dimasukkan, kapan harus diteken, dan seterusnya,” ujar Mendag.

Kedua, pelayanan yang baik akan meningkatkan peringkat Ease Of Doing Business yang mampu mendongkrak reputasi Indonesia. Inovasi dan transparansi ini menunjukkan komitmen pemerintah kepada pelaku bisnis, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Diharapkan, nilai dan intensitas aktivitas bisnis akan meningkat dan mendatangkan pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Kedepan, Transaksi Perbankan Direncanakan Gunakan Tandatangan Digital

“Pemerintah terus mengimbau agar para pelaku usaha nasional dan internasional terus menumbuhkan sikap inovatif, reaponsif, mau melayani, dan adaptif terhadap kemajuan zaman,” lanjut Mendag.

Dengan tagline “Cepat, Praktis, Tinggal Klik,” layanan baru ini mempermudah pelaku usaha mengurus izin-izin di Kementerian Perdagangan. Ada 4 kategori layanan perizinan yaitu perdagangan luar negeri, perdagangan dalam negeri, standardisasi dan perlindungan konsumen, serta perdagangan berjangka komoditi.

“Dengan peluncuran ini, maka terdapat 47 perizinan yang dilakukan secara online dengan digital signature. Dari jumlah tersebut, 34 perizinan merupakan layanan perizinan bidang Perdagangan Luar Negeri dan 13 perizinan bidang Perdagangan Dalam Negeri,” terang Menteri Enggar. (kiana/red-02)

Komentar