Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto Andika/Nusantaranews
Presiden Joko Widodo (Jokowi/Foto: Richard Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam, mengungkapkan bahwa umat muslim yang hari ini, Selasa (21/2/2017), menggelar Aksi Bela Islam 212 Jilid II merasa bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berlaku tidak adil dengan aktif kembalinya Gubernur DKI Jakarta Petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang sudah berstatus terdakwa.

“Kami menuntut keadilan, umat muslim merasa Presiden Jokowi tidak adil dengan tidak diberhentikannya Ahok dari jabatan Gubernur, padahal sudah terdakwa,” ungkapnya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

Usamah mengatakan, seharusnya Presiden Jokowi sudah menonaktifkan Ahok dari jabatan Gubernur, supaya fokus dalam menjalani persidangan dengan tuduhan dugaan penistaan agama.

“Menurut kami, penonaktifan Ahok tidak perlu menunggu tuntutan Jaksa atau vonis hakim, karena di Undang-Undang (UU) sudah jelas dan tegas bahwa terdakwa harus nonaktif,” ujarnya.

Untuk itu, Usamah menegaskan, Presiden Jokowi harus menepati janjinya yang saat dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia, menyatakan akan menjalankan UU dan Konstitusi dengan selurus-lurusnya.

“Presiden Jokowi harus merealisasikan janji-janji yang akan menjalankan aturan dan konstitusi, jangan sampai Presiden malah melanggar kata-katanya sendiri karena telah melanggar konstitusi,” katanya.

Reporter: Rudi Niwarta

Komentar