Berita Utama

Tak Hanya Presiden, Ketua Umum PBNU Pun Mengapresiasi Jalannya Aksi Damai 4 November

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj. Foto Dok. sihabuddin
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj. Foto Dok. sihabuddin

NUSANTARANEWS.CO – Demo 4 November yang dijanjikan berjalan damai terbukti hingga waktu unjuk rasa berlangusung, massa unjuk rasa membuktikan komitmennya hingga waktu demo usai. Kendati Presiden RI Joko Widodo tidak menemui perwakilan massa aksi untuk menyampaikan aspirasinya, massa aksi tidak berbuat anarkisme.

Karena itu, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada para pimpinan unjuk rasa yakni para ulama dan kiai. Namun demikian, Presiden juga menyayangkan kejadian memanas ba’da isya’ itu. Dimana antara massa unjuk rasa yang masih di lokasi demo sempat bentrok dengan aparat.

Apresiasi tinggi terhadap massa aksi damai ini juga disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Kendati pihaknya juga menyayangkan terjadinya kerusuhan ba’da isya saat demo seharusnya sudah usai. Hal ini disampaikan dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (06/11)

Pimpinan Ormas Islam terbesar di Indonesia ini menilai bahwa pemerintah lamban dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyat. “Kami mendesak kepada pemerintah untuk segera melakukan dialog yang lebih intensif dengan seluruh lintas tokoh pemuka agama sehingga terbangun suasana yang kondusif,” kata Said.

Ketum PBNU ini pun meminta agar seluruh rakyat Indonesia bersatu dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. “Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu, senantiasa membangun ukhuwwah dan memperkokoh ikatan kebangsaan kita,” imbuhnya.

Menurut pandangan Said, kerusuhan yang terjadi pada 4 November malam itu dilakukan oleh kelompok yang ingin merusak kemurnian dan niat suci para peserta aksi. “Aksi Damai 4 November tentu hendak meluruskan etika berpolitik para pemimpin,” ujar Said.

Ditambahkan Said, bahwa hakekat kepemimpinan adalah memberikan teladan yg baik (uswatun hasanah), bukan dengan mengeluarkan kebijakan atau pernyataan yang menimbulkan kontroversi. Sebab hal itu justru menjadi perpecahan di kalangan masyarakat dan menimbulkan hal yang mengarah pada upaya penistaan atas agama.

“PBNU menyeru kepada Kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama ini sesuai dengan hukum dan perundangan,” kata Said menandaskan. (Sule/Kiana)

Komentar

To Top