Sekjen Liga Dunia Islam Syekh Prof. Abdullah Abdul Muhsin Al Turki/Foto nusantaranews via saripedia
Sekjen Liga Dunia Islam Syekh Prof. Abdullah Abdul Muhsin Al Turki/Foto nusantaranews via saripedia
Sekjen Liga Dunia Islam Syekh Prof. Abdullah Abdul Muhsin Al Turki/Foto nusantaranews via saripedia
Sekjen Liga Dunia Islam Syekh Prof. Abdullah Abdul Muhsin Al Turki/Foto nusantaranews via saripedia

NUSANTARANEWS.CO – Sekjen Liga Dunia Islam Syekh Prof. Abdullah Abdul Muhsin Al Turki mengatakan, ummat Islam akan lemah ketika tidak bisa memahami Alquran dan sunnah. Karena itu, tidak bisa dipungkiri ummat Islam bercabang menjadi 73 golongan. Hal ini terjadi karena pemahaman mengenai hukum Islamnya berbeda-beda dan bisa jadi salah.

“Kita bangga negara ini termasuk ahlusunnah wal jamaah,” katanya.

Menurut Syekh Muhsin, para teroris yang ada saat ini bisa jadi pemahaman terhadap Islamnya terlalu berlebihan atau sesat. Mereka dianggap keluar dari jalan yang lurus.

Karenanya, Masjid menjadi penting untuk menjelaskan islam yang sebenarnya. Ini tentunya tergantung kepada para imam, dai dan khatib.

“Masjid pada zaman dulu menjadi tempat belajar dan menggali hukum,” katanya.

Menurut Syekh Muhsin, memakmurkan masjid bukan cara memewahkanya. Tapi meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah. “Lewat masjid, bisa bertanya tentang keislaman,” katanya.

Syekh Muhsin juga mengkritisi, banyak umat islam yang datang ke masjid, namun hanya untuk sholat. Namun, hati mereka di luar masjid. Jika ini terjadi, akan peran masjid menjadi lemah. “Masjid seharusnya membentengi dari yang sesat,” kata dia. (Achmad)

Komentar