Teknisi Pemeliharaan Fasilitas sedang melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin pada pipa distribusi gas di Stasiun Transmisi Bojonegara milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di Bojonegara, Banten, Kamis (27/10)/Foto MI/Angga Yuniar
Teknisi Pemeliharaan Fasilitas sedang melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin pada pipa distribusi gas di Stasiun Transmisi Bojonegara milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di Bojonegara, Banten, Kamis (27/10)/Foto MI/Angga Yuniar

NUSANTARANEWS.CO – Serikat Pekerja Perusahaan Gas Negara (SP-PGN) memberikan usulan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendirikan holding perusahaan energi yang melibatkan tiga BUMN yakni PT Pertamina, PT PGN dan PT PLN.

SP-PGN beranggapan, holding itu guna menjamin kedaulatan energi nasional melalui sinergi di antara ketiga BUMN, sekaligus memberantas mafia migas.

“Untuk itu SP-PGN mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar dibentuk perusahaan baru sebagai holding energi yang menaungi ketiga BUMN tersebut. Dengan adanya perusahaan baru tersebut, maka akan mencegah konflik kepentingan yang pada akhirnya justru menghambat atau malahan bertolak belakang dengan tujuan mulia semula,” kata Ketum SP PGN M Rasyid Ridha di Jakarta, Jumat (16/9).

SP-PGN telah menyampaikan usulan resmi bentuk holding energi kepada Presiden melalui surat yang dikirimkan pada tanggal 15 September 2016.

“Harapannya, pemerintah agar memegang prinsip kehati-hatian dalam proses penataan ulang tata kelola energy nasional ini, agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan pribadi/kelompok dan bersifat sesaat yang mengorbankann kepentingan rakyat Indonesia yang lebih luas,” ungkapnya.

Ketum SP-PGN meminta agar status PGN dalam holding energi tersebut tetap sebagai BUMN untuk menjamin kendali negara di dalam tata laksana organisasi agar tetap setia pada tujuan negara yaitu menyejahterakan rakyat seluruh Indonesia. (Yudi/Sumber: Antara)

Komentar