Kader Partai Demokrat Roy Suryo/Foto istimewa
Kader Partai Demokrat Roy Suryo/Foto istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Aksi demo “Bela Islam” jilid II (4/11/2016) kemarin masih menyisakan berbagai tanda tanya bagi publik tanah air. Termasuk soal kepergian Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat pintu belakang serta tak kunjung kembali Istana.

Menanggapi hal itu, Roy Suryo agak sedikit ‘geli’ dengan alasan tak kembalinya Presiden Jokowi karena macet.

“Mendengar keterangan (baca alasan) Seskab Pramono Anung yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak bisa balik ke Istana karena kondisi jalanan yang macet dan tidak memungkinkan(?), Come on…,” ujar Roy Suryo, Sabtu (5/11/2016).

Bahkan mantan Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) ini menilai alasan Presiden tersebut dianggap takmasuk akal.

“Masak rakyat Indonesia masih bisa diberi alasan tak masuk akal seperti itu…” imbuhnya.

Bagi Roy alasan macet ini tak masuk akal, mengingat saat bertolak dari Istana ketika ada kunjungan kerja (kuker) Cengkareng, helikopter pribadi Presiden bisa masuk ke dalam Istana.

“Presiden RI sejak zaman Bung Karno memiliki helikopter khusus. Kini berjenis Super Puma yang dimungkinkan terbang langsung dari Cengkareng – tempat dimana Jokowi ‘mendadak Kunker’– ke dalam halaman Istana, sehingga tidak terjebak macet dan dapat menemui langsung rakyatnya yang sudah ingin bertemu sejak pagi,” ungkap roy.

“Atau, Jokowi memang menginginkan helikopter baru Agusta Westland yang lebih canggih sebagai pengganti Super Puma produksi IPTN tersebut?” sindirnya Roy Suryo.

“Oleh karenanya, mungkin ada baiknya rakyat membuat gerakan KOIN HELIKOPTER buat Presiden kita agar punya Heli yang bisa sewaktu-waktu digunakan menemui rakyatnya dan tidak perlu cari alasan-alasan lagi?” pungkasnya. (AD)

 

 

Komentar