Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita/Foto Andika /Nusantaranews
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita/Foto Andika /Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang begitu menghargai dan memperhatikan peternaknya yang telah bekerja keras dan berprestasi dalam mengembangkan ternaknya.

Hal tersebut disampaikan Diarmita saat menghadiri penyelenggaraan rangkaian acara Karnaval dan Kontes Ternak Sapi Tahun 2017 di Kabupaten Bone. Kegiatan ini merupakan gagasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone sebagai ajang penghargaan kepada peternak atau kelompok peternak berprestasi yang selama ini telah bekerja keras dalam mengelola dan mengembangkan ternaknya, sehingga patut diberikan apresiasi terhadap hasil karya mereka.

“Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone, atas gagasannya dalam menyelenggarakan Karnaval dan Kontes Ternak Sapi. Kegiatan ini sungguh luar biasa karena merupakan ajang penghargaan kepada peternak atau kelompok berprestasi,” ungkapnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Nusantaranews, Jakarta, Jum’at (24/3/2017).

Diarmita menilai, acara tersebut merupakan salah satu wujud nyata peran Pemerintah Daerah dalam melakukan upaya promosi khusus tentang peternakan dan produk ternaknya. Selain itu, pada acara ini juga dilaksanakan seleksi ternak yang selama ini dilakukan oleh para peternak.

“Dengan adanya kegiatan kontes ternak ini, serta adanya serangkaian penilaian terhadap ternak yang dilakukan oleh juri, nantinya diperoleh juara yang merupakan ternak terbaik dari jenis ternak sapi yang dilombakan. Hal ini tentunya sejalan dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 41 tahun 2014 yang merupakan penyempurnaan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Ternak, yang mengamanatkan bahwa ternak bibit yang beredar harus bersertifikat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Diarmita pun berharap, adanya kontes semacam tersebut bisa membuat ternak lokal menjadi lebih baik lebih unggul.

“Saya berharap dengan semakin banyak kontes ternak yang diselenggarakan oleh daerah, maka semakin banyak ternak lokal yang merupakan sumberdaya genetik Indonesia dan rumpun ternak lainnya yang dapat terseleksi dengan baik,” katanya. (DM)

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar