SUASANA PEMAKAMAN MBAH UMAR SYAHID DI PACITAN, JATIM. foto dok Nurcholis/Nusantaranews
SUASANA PEMAKAMAN MBAH UMAR SYAHID DI PACITAN, JATIM. foto dok Nurcholis/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Ketua DPP Partai Demokrat yang juga Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) turut berduka atas berpulangnya salah satu kyai sepuh Pacitan, bernama KH Umar Syahid  (Mbah Umar Tumbu).

Sebagai bentuk belasungkawanya, SBY dan Ibas mengirim karangan bunga duka cita untuk almarhum Mbah Umar. “Mbah Umar Syahid merupakan salah satu kiai sepuh di Indonesia,” kata Ibas dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kordapil EBY, Candra Adi, Kamis (5/1/2017).

Kyai sepuh asal Pacitan ini meninggal dunia di usia 132 tahun. Jenazah Mbah Umar Tumbu dimakamkan di TPU pada Kamis (5/1/2017). Putra ke-2 SBY ini menjelaskan bahwa ternyata Mbah Umar adalah santri dan teman perjuangan Mbah Hasyim Asy’ari. Waktu mudanya, sesepuh Pacitan tersebut hidup sebagai kyai kelana dengan jualan Tumbu (wadah dari anyaman bambu, disebut juga gerabah).

“Sebagai anak muda dan bangsa Indonesia kita semua harus meneladani semangat hidup mbah Umar walau harus berjualan Tumbu,” paparnya.

Lebih membanggakan lagi, kata Ibas kegigihan Mbah Umar Tumbu dalam membangun musholla dan masjid di sekitar Pacitan, Ponorogo, dan Madiun dari jerih payahnya sendiri. Menurut Ibas kegigihan tersebut harus menjadi teladan dan inspirasi bagi bangsa Indonesia.

“Berbuat baik itu banyak jalan dan caranya sehingga apa yang dilakukan Mbah Umar harus dijadikan contoh dan penyemangat kita semua,” harapnya. (Nurcholis)

Komentar

SHARE