Berita Utama

Pilkada DKI Putaran Kedua Bukti Kemenangan Demokrasi yang Sejati

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman. Foto Dokumentasi Pribadi

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman. Foto Dokumentasi Pribadi

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pemilihihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua berlangsung aman, tertib, dan cukup mengesankan. Sejumlah lembaga survei dan sejumlah media memberitakan aktif memfungsikan tugasnya dengan baik pula. Situasi dan kondisi ini menunjukkan bahwa pesta demokrasi benar-benar hadir di tengah-tengah warga DKI Jakarta.

PP Pemuda Muhammadiyah menyampaikan kesan positif terhadap terselenggaranya pigub DKI 2017 sembari menunggu hasil penghitungan dari KPUD DKI Jakarta.

“Alhamdulillah hari ini usai sudah perhelatan demokrasi pilkada DKI Jakarta. Perjalanan panjang semenjak putaran pertama adalah ujian-ujian demokrasi yang akan makin mendewasakan kita rakyat Jakarta dan Indonesia. Apapun hasilnya adalah kemenangan semua pihak. Kemenangan sejati adalah ketika proses ini mampu kita lalui dengan penuh kesadaran akan pentingnya menegakkan nilai-nilai demokrasi itu,” ungkap Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, kepada Nusantaranews, Rabu (19/4/2017).

Pedri menyimak dan mengaprisiasi hasil sejumlah survey hitung cepat (quick count) dengan memperlihatkan data yang hampir sama. Pasangan Ahok-Jarot berkisar 44 persen dan Anies-Sandi berkisar 56 persen. Tentu saja ini bukan hasil final yang bisa diklaim menjadi kemenangan salah satu pihak.

“Sesuai undang-undang, kita harus menunggu hasil hitungan manual KPUD DKI Jakarta. Tapi yang pasti rakyat Jakarta sudah bisa mengklaim kemenangannya, karena telah berhasil melalui semua tahapan pilkada yang penuh dengan ujian-ujian pahit di lapangan. Inilah kemenangan demokrasi yang sesungguhnya,” ujar Pedri.

Untuk itu, PP Pemuda Muhammadiya menyampaikan selamat kepada kedua pasangan calon. Sebab, kata dia, kedua pasang calon tersebut telah menginspirasi warga DKI khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya.

“Dengan berbagai teori dan konsepnya kita telah ikut dicerdaskan dalam melihat persoalan bangsa ini. Khazanah pandangan politik kebangsaan kita semakin matang dengan adanya adu argumen antar kandidat dan termasuk antar pendukung,” imbuhnya.

Dikatakan Pedri, yang terpenting diingatkan pada siapapun yang jadi pemenang nanti adalah bahwa mereka pernah menebar sekian banyak janji. Itu menjadi hutang mereka kepada rakyat dan Tuhan. Rakyat pun berhak menuntut, baik yang mendukung pemenang ataupun yang berseberangan.

“Terkhusus kepada Pak Ahok, sebagai petahana kita yakin beliau akan siap untuk menang apalagi untuk menerima kekalahan. Karena di sini lah bukti kematangan seorang pemimpin sejati. Termasuk untuk kasus hukumnya yang masih bergulir,” kata Pedri.

Menurut keterangan Pedri, besok Kamis 20 April 2017 Ahok akan dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di depan persidangan yang mulia. “Ahok dan tim hukumnya pasti siap melalui sampai ada putusan tetap dari pengadilan. Pemimpin sejati akan mempertanggungjawabkan semua tindakannya,” sambungnya.

“Semoga kita semua mampu mengambil pelajaran berharga dari semua proses ini,” tutup Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

To Top