Pertamina/Foto Ilustrasi/Net/Istimewa/Nusantaranews
Pertamina/Foto Ilustrasi/Net/Istimewa/Nusantaranews
Akuisisi Pertamina
Ilustrasi Eksplorasi Migas

NUSANTARANEWS.CO – PT Pertamina mengakuisisi saham Maurel & Prom ‎(M&P) milik Pacifico sebesar 24,53 persen. M&P adalah perusahaan minyak independen, tidak ada sahamnya yang dimiliki oleh negara. Perusahaan ini tercatat di bursa saham Perancis, yaitu Euronext Paris. Kapitalisasi pasarnya di bursa saham mencapai 550 miliar euro. M&P saat ini memiliki sejumlah lapangan produksi minyak dan gas di sejumlah negara, yakni di Nigeria, Gabon, Tanzania, Namibia, Vietnam dan lain-lain, dengan total cadangan terbukti minyak mereka sebesar 205 juta barel pada akhir 2015.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, ‎nilai akuisisi saham ini sebesar 200 juta euro atau setara Rp2,9 triliun (asumsi 1 euro setara Rp 14.500) dengan harga saham sebesar 4,2 euro per lembar. Proses akuisisi ditargetkan selesai pada bulan ini. Dwi juga mengungkapkan bahwa Pertamina berencana akan mengakuisisi mayoritas saham M&P.

Baca Juga: Angin Segar Industri Migas Di Tanah Air

Sebagai informasi bahwa cadangan terbukti (proven reserve) minyak Indonesia tinggal 3,6 miliar barel. Padahal kebutuhan energi dalam negeri mencapai 300 juta barel per tahun, maka minyak Indonesia akan habis dalam waktu 12 tahun lagi bila tidak ada penemuan cadangan baru.

Baca Juga: Skema Ketahanan Energi Nasional

Sebagai salah satu langkah strategis skema ketahanan energi nasional, Pertamina akhirnya melakukan akuisisi cadangan-cadangan migas terbukti di luar negeri. Seperti dikatakan Dwi Soetjipto “Semua ini adalah dalam rangka mengamankan kebutuhan energi di dalam negeri. Kita butuh cadangannya karena upstream kami kurang. Oleh karena itu, Pertamina harus mengembangkan tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri,” pungkas Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (1/8/2016). (Banyu)

Komentar