Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Waspadai Demo yang Memecah Belah NKRI

0
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pimpin upacara Wisuda 758 Prajurit dan Bhayangkara Taruna (Prabatar) Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, Selasa (8/11)/Foto: Dok Humas Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pimpin upacara Wisuda 758 Prajurit dan Bhayangkara Taruna (Prabatar) Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, Selasa (8/11)/Foto: Dok Humas Puspen TNI

NUSANTARANEWS.CO – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengimbau generasi muda untuk mewaspadai aksi demonstrasi yang mengarah kepada memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semua pihak harus memelihara kebhinnekaan karena kebhinnekaan menjadi satu kekuatan yang maha dahsyat.

Hal itu disampaikan Gatot dalam acara Pra Temu BEM Nusantara ke-IX dengan tema ‘Mari Teladani Semangat Juang Pahlawan Kemerdekaan Menuju Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang’ di Gelanggang Mahasiswa, Universitas Trisakti, Jakarta Barat hari ini Sabtu(12/11/2016). ‎Gatot mengatakan itu di hadapan 600 orang Mahasiswa dan 80 orang Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia dalam acara tersebut.

“Mahasiswa kalau melaksanakan demo harus gunakan akal pikiran dan hati nurani serta harus cek benar secara jelas. Apa yang didemokan harus mempunyai solusi agar bangsa lebih baik. Silakan demo, tapi jangan sampai demo dikendalikan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Gatot dalam keterangan tertulis Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Jakarta, yang ditulis Sabtu (12/11/2016).

Menurut Gatot, dalam Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, disebutkan bahwa setiap warga negara secara perorangan atau kelompok, bebas menyampaikan pendapat. Hal ini sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Sebagai mahasiswa harus memahami bahwa sejak awal berdirinya bangsa ini, yang bergerak adalah mahasiswa dengan Sumpah Pemuda di seluruh Nusantara,” ucap Gatot.‎

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) itu juga mengutip kalimat yang disampaikan Presiden pertama Indonesia, Sukarno, ‘Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri’.

“Maka cegah hasutan, cegah provokasi, dan cegah adu domba terhadap rakyat,” ucap Gatot.

Dia menambahkan, sejarah telah membuktikan, bahwa yang membangkitkan semangat perubahan di setiap pergolakan dan mengubah tatanan di Indonesia adalah mahasiswa. Karena itu, Gatot mengajak seluruh mahasiswa se-Indonesia bergandengan tangan untuk menjaga stabilitas keamanan dan politik agar NKRI tidak terpecah belah.

“Sehingga kemajemukan bangsa Indonesia dapat menjadi satu pusat kekuatan atau center of gravity. Saya titipkan bangsa ini kepada anda semuanya. Selamat berjuang, selamat belajar, jadikan Indonesia bangsa pemenang,” ujar Gatot. (Andika)

Komentar