Ekonomi

Menko Luhut Ajak Jepang Bangun Ekonomi Maritim dan Keamanan Laut Cina Selatan

Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan di gedung BPPT/Foto: dok. suara.com
Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan di gedung BPPT/Foto: dok. suara.com

NUSANTARANEWS.CO – Pemerintah melalui Menteri Koordinator(Menko) Maritim, Luhut Binsar Panjaitan mengundang Jepang melalui Perdana Menteri(PM) Shinzo Abe untuk berinvestasi di wilayah East Natuna yaitu di bidang minyak dan gas dan di sektor maritim lainnya.

“Kami menyampaikan bahwa negara Anda bisa berinvestasi di banyak tempat di Indonesia, termasuk di Kepulauan Natuna, Saumlaki, Nias, Sorong dan Bitung,” ujar Luhut di Jepang melalui siaran persnya, Jumat(7/10) waktu setempat.

Pembangunan pelabuhan di beberapa wilayah juga akan dilakukan dengan kerjasama kedua negara. Progres Blok Masela pun turut dibicarakan dengan PM Abe.  Kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kerja juga dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Saat membicarakan isu Laut Cina Selatan, Menko Luhut mengatakan kepada PM Abe tentang sikap Indonesia.

“Indonesia tidak menghendaki ada unjuk kekuatan di wilayah itu, kami juga tidak mengakui ‘nine-dash line’,  dan semua pihak harus menghormati hukum internasional. Kami terbuka untuk bekerjasama dengan negara mana saja untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut, bisa dengan Cina, Vietnam atau Filipina,” katanya.

Luhut mengatakan Indonesia bukanlah negara pengklaim, tetapi tidak membantah bahwa Indonesia akan memperkuat keberadaan angkatan laut di sekitar wilayah Natuna yang berdekatan dengan wilayah sengketa tersebut.

Kerjasama patroli pantai Indonesia-Jepang juga akan dilakukan. Menteri Luhut menawarkan Pelatihan pasukan perdamaian juga ditawarkan Menko Luhut kepada Jepang.

“Kita bisa menggunakan fasilitas yang kami punya di Indonesia, yang merupakan salah satu fasilitas pelatihan terbesar di Asia dan diresmikan oleh Sekjen PBB,” kata Menko Luhut (Andika)

Komentar

To Top