Connect
To Top

Menjaga Ketahanan Pangan Nasional, Airnav Jajaki Sinergi Program Kemitraan dengan KBI

NUSANTARANEWS.CO – Perum Lembaga Penyelengara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menjajaki kerjasama penyaluran Program Kemitraan dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) untuk kegiatan pembiayaan resi gudang hasil komoditi kelompok tani. Mengawali kerjasama ini, perwakilan Airnav Indonesia dan KBI, menggelar survey di lokasi gudang yang menerapka Sistem Resi Gudang (SRG) di Kecamatan Geneng, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (3/11).

Dilansir laman resmi BUMn, tim Airnav Indonesia yang dipimpin General Manager Kantor Cabang Pratama Solo Hengky Poluan bersama tim PKBL PT KBI yang diwakili Eny Juliana, di lokasi menggelar pertemuan dengan sejumlah petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Lestari dan pengurus Asosiasi Gapoktan se-Jawa Timur berdiskusi tentang proses kemitraan pembiayaan resi gudang.

Ketua Gapoktan Margo Lestari, Sugeng menyampaikan bahwa, dalam setahun para petani di wilayahnya dapat memproduksi hingga tiga kali masa panen dengan volume hasil panen per hektar sawah mencapai delapan ton.

“Gapoktan Margo Lestari membawahi enam Kelompok Tani dengan total luas sawah yang digarap mencapai 296 hektare. Dengan melakukan tunda jual di Gudang SRG antara tiga bulan hingga maksimal enam bulan, kami bisa meningkatkan harga jual hingga 30 persen,” terang Sugeng.

Sementara Ketua PKBL KBI Eny Juliana menjelaskan, seluruh komoditi yang masuk dalam Gudang SRG wajib lolos uji kesesuaian mutu standar SNI oleh Sucofindo atau pun Ujastasma Bulog. Sedangkan gudangnya juga wajib lolos sertifikasi oleh Sucofindo, BGR, maupun PT SAWU selaku lembaga sertifikasi gudang.

“Keberadaan gudangnya sendiri ditunjuk oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapepti) yang berada di bawah Kementerian Perdagangan. Sementara KBI bertindak sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang dari seluruh gudang SRG yang ditunjuk oleh Pemerintah. Salah satunya gudang yang dikelola Food Station di Ngawi ini. Kapasitas tampungnya sendiri bisa mencapai 1500 ton,” papar Eny.

Dalam kaitan sinergi Program Kemitraan pembiayaan resi gudang antar BUMN, PKBL PT KBI bertindak sebagai lembaga pembiayaan non-bank untuk resi gudang serta penjamin, penagih dan administrator dalam pelaksanaan kerjasama.

“Sebagai penjamin, kami punya kewenangan untuk melakukan eksekusi terhadap resi gudang petani mitra binaan ketika mereka tidak melakukan pengembalian biaya sesuai masa resi gudang. Tapi, sejauh ini, hal itu tidak pernah terjadi. Jadi, kepastian dana kemitraan yang dsalurkan untuk kembali bisa 100%,” pungkas Eny.

Pada saat yang sama, GM Airnav Indonesia Solo Hengky Poluan menyampaikan bahwa sebagai BUMN, Airnav Indonesia memiliki tanggung jawab untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui Program PKBL yang pelaksanaannya berada di bawah pengawasan Kementerian BUMN tersebut.

“Seperti kita ketahui, membantu petani meningkatkan produktivitas menjadi salah satu upaya Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di sinilah BUMN selaku perpanjangan tangan Pemerintah hadir bersinergi untuk mengambil peran itu sesuai porsinya,” ungkapnya. (RS/red-02)

Komentar