Masyarakat Adat Bena Terdiri dari 45 Rumah/Foto via Marisofiamo/Nusantaranews
Masyarakat Adat Bena Terdiri dari 45 Rumah/Foto via Marisofiamo/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Desa Bena merupakan pedesaan megalitikum yang menjadi kebanggaan Indonesia. Bagaimana tidak, sebab di tempat ini terdapat situs megalitikum termegah yang dimiliki Nusantara. Pedesaan megalitikum ini berada di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, sekitar 19 km selatan Bajawa.

Di tempat ini seakan-akan kita diajak kembali ke jaman purbakala. Ini dikarenakan terdapat banyak susunan batu yang berasal dari jaman megalitikum. Batu-batu tersebut biasanya digunakan untuk upacara adat.

Situs Megalitikum di Desa Bena/Foto via Zee Jamur/Nusantaranews
Situs Megalitikum di Desa Bena/Foto via Zee Jamur/Nusantaranews

Istimewanya, pedesaan megalitikum di Bena ini masih eksis dan bertahan sampai saat ini. Letaknya yang berada di puncak gunung menjadikan tempat ini terasa unik dan ikonik. Selain itu view yang disuguhkan di perkampungan sungguh mengagumkan.

Di Bena terdapat 9 suku yang menghuni 45 rumah. Kesembilan suku tersebut adalah Suku Dizi, Suku Dizi Aji, Suku Wahto, Suku Deru Lalulewa, Suku Deru Solamae, Suku Ngada, Suku Khopa, dan Suku Ago. Yang membedakan antara suku yang satu dengan suku lainnya adalah tingkatannya sebanyak 9 tingkat.

Walaupun terdiri dari banyak suku, desa Bena ini membuktikan bahwa persaudaraan tidak mengenal suku ataupun hubungan darah. Itulah kenapa di desa ini persaudaraan dan kekeluargaan antarsuku sangat erat. Kegiatan gotong royong pun sering dilakukan yang melibatkan kesembilan suku yang ada.

Masyarakat Adat Bena Tampak Menenun Kain/Foto via pemandu wisata UNJ/Nusantaranews
Masyarakat Adat Bena Tampak Menenun Kain/Foto via pemandu wisata UNJ/Nusantaranews

Seperti halnya pemukiman yang ada di Nias, penduduk di sini masih mempraktikan kebudayaan dari masa lalu, misal untuk pembuatan bangunan dan penggunaan batu untuk sebuah makam dan juga tempat persembahan.

Bentuk desa Bena menyerupai perahu karena menurut kepercayaan megalitik perahu dianggap punya kaitan dengan wahana bagi arwah yang menuju tempat tinggalnya. Namun nilai yang tercermin dari perahu ini adalah sifat kerjasama, gotong royong, dan mengisyaratkan kerja keras yang di contohkan oleh para leluhur mereka dalam menaklukan alam, menaklukan lautan sampai tiba di Bena. Di tempat ini, peninggalan zaman batu besar terlihat begitu memukau meski tidak semuanya masih utuh.

Editor: Romandhon

Komentar