Ekonomi

Kementan : Produktivitas Kedelai Anjlok, Petani Enggan Tanam Kedelai

Direktur Jenderal Tanaman Pangan dari Kementerian Pertanian (Kementan), Hasil Sembiring/Foto Andika / Nusantaranews
Direktur Jenderal Tanaman Pangan dari Kementerian Pertanian (Kementan), Hasil Sembiring/Foto Andika / Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Prakiraan produksi kedelai biji kering di Indonesia pada 2016 ini mengalami penurunan 8,06 persen atau 77.610 ton dari 885.580 ton dibandingkan tahun 2015. Penurunan produksi kedelai diprakirakan terjadi karena menurunnya luas panen.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan dari Kementerian Pertanian(Kementan), Hasil Sembiring mengatakan penyebabnya dalam jumpa pers pengumuman capaian produksi pangan 2016 di kantor Ditjen Tanam Pangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang ditulis Rabu (2/11/2016).

“Harga kedelai yang tidak menarik membuat petani enggan menanam kedelai. Seperti kita tahu, harga kedelai impor jauh lebih murah dari harga kedelai kita,” katanya.

Hasil Sembiring mengaku cukup prihatin dengan hal itu, menurutnya Kementan sudah dapat anggaran APBN 700.000 hektar, namun dikembalikan oleh petani 200.000 hektar. “Kenapa petani di udah di kasih uang, lahan kok malah dikembalikan,” ujarnya.

Hasil juga menyampaikan bahwa dirinya sudah menyampaikan ke petani untuk menanam kedelai, karena menanam kedelai bisa memutus hama dan penyakit serta bisa menghasilkan pupuk urea. “Saya sudah ngomong sama petani beberapa kali nggak didengerin,” ucap Hasil.

Selain itu, lanjut Hasil, penyebab petani tidak mau menanam kedelai karena alasan tanah yang basah. Menurutnya Indonesia tahun ini dalam keadaan iklim el nino, ini menyebabkan tanah menjadi basah. “Jadi kalo tanah basah, kedelai itu tidak mau hidup”, ucapnya. (Andika)

Komentar

To Top