Menteri Keuangan (Menkeu)‎, Sri Mulyani Indrawati (Foto: Andika/Nusantaranews)
Menteri Keuangan (Menkeu)‎, Sri Mulyani Indrawati (Foto: Andika/Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sabtu (25/2/2017) melalui laman resminya merilis pengelolaan belanja tahun ini. Pada sisi belanja negara, kualitas belanja diarahkan pada pemanfaatan anggaran yang bersifat produktif dan prioritas, diantaranya seperti pembangunan infrastruktur, pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kesenjangan.

Selain itu, untuk belanja Negara dalam APBN 2017, pemerintah dan DPR RI menyepakati jumlah Rp 2.080 triliun yang terdiri dari belanja pemerintah pusat, serta transfer ke daerah dan dana desa.

Dengan demikian, defisit anggaran ditetapkan sebesar Rp330,2 triliun atau 2,41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini dilakukan demi mendukung pembangunan yang produktif.

Komitmen untuk meningkatkan kualitas belanja negara dapat dilihat dari reformasi struktural. Realokasi belanja pada subsidi energi secara signifikan kepada belanja yang bersifat prioritas dan mandatory, yaitu infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Sementara untuk anggaran infrastruktur dalam APBN 2017 meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun 2016. Hal tersebut dapat tercapai dengan melalui peningkatan efisiensi belanja dan peningkatan earmark Dana Transfer Umum yang dikhususkan untuk infrastruktur. Dana Transfer Umum merupakan bagian dari Transfer Ke Daerah yang sepenuhnya menjadi kewenangan daerah dalam penggunaannya.

Editor: Romandhon

Komentar