Membuka Tabung Celengan Massal/Foto Nur/Nusantaranews
Membuka Tabung Celengan Massal/Foto Nur/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Kampanye menabung sejak usia dini terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya dilakukakan oleh Barno selaku Kapala Desa (Kades) Bringinan, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jatim.

Barno mengaku sudah satu tahun memulai gerekan menabung bagi anak-anak di Desa Bringinan. “Tahun lalu kami kumpulkan ratusan anak yang ada di Desa Bringinan dan kami berikan kotak celengan untuk menabung di rumah masing-masing,” ujar Barno, Minggu pagi (18/6/2017) disela-sela acara membuka tabungan kotak celengan di Perpustakaan Rumah Baca Desa Bringinan.

Dia mengaku bersyukur karena gerakan menabung sendiri di kotak celengan yang ada di rumah masing-masing anak. “Alhamdulillah anak-anak di Desa Bringinan rajin menabung sehingga berlatih hidup hemat dan mandiri,” paparnya.

Lebih lanjut mantan Ketua PAC PDIP Kecamatan Jambon ini mengaku bangga Karena gerakan ini mendapat dukungan para orang tua. “Sebagian uang jajan anak-anak bisa ditabung sehingga setahun sekali bisa dibuka kotak celengan tabungan dan hasıl menabung bisa digunakan untuk kebutuhan yang bermanfaat,” urainya.

Pada kegiatan membuka tabungan itu rata-rata tiap anak bisa mengumpulkan uang tabungan antara Rp 200.000,00 hingga Rp 4.000.000,00. “Semoga hasil uang tabungan ini bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu meringankan beban orang tua, apalagi menjelang lebaran ini,” pintanya.

Mantan TKI Malaysia ini juga berkenyakinan kedepan jumlah anak yang akan mengikuti gerakan menabung di Kotak Celengan makin bertambah banyak. “Semoga jumlah anak yang ikut gerakan menabung di kotak celengan ini makin bertambah sehingga tidak hanya berjumlah 140 orang anak seperti tahun ini,” imbuhnya.

Sedangkan menurut Yuli salah satu anak yang menabung mengaku bersyukur karena tabunganya bisa digunakan untuk membantu orang tua mencukupi kebutuhannya menjelang hari raya lebaran tahun ini,” ucap Yuli diamini Salsa dan Siti, penabung uang lain.

Pewarta: Muh Nurcholis

Editor: Romandhon

 

Komentar