Ekonomi

Jebloknya Daya Saing RI, KPK Tumpas Penyelundupan Impor

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata/Foto: Jawapos.com
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata/Foto: Jawapos.com

NUSANTARANEWS.CO – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengungkapkan hingga saat ini masih banyak terjadi penyelundupan barang-barang impor. Baik itu melalui jalur legal ataupun ilegal.

Atas dasar itulah, KPK berniat ingin tumpas praktik-praktik kejahatan yang memicu menurunnya marwah Republik Indonesia. Adapun lokasi yang sering ditemukan KPK terkait penyelundupan antara lain di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Ada banyak hal yang kita temui, salah satunya adalah pungli (pungutan liar) yang dilakukan beberapa oknum. Bahkan terdapat pula dari pihak Bea Cukai ataupun aparatur penegak hukum yang sengaja melindungi importir nakal,” bebernya di Jakarta, Selasa, (18/10/2016).

Kondisi ini menjadi salah satu pemicu mengapa peringkat daya saing Indonesia terus menurun. Semula Indonesia berada di peringkat 37, namun di tahun ini jeblok ke posisi 41.

Atas dasar itu, KPK menggelar pertemuan bersama para pemegang kebijakan atau stakeholder. Stakeholder yang diundang antara lain Irjen Kemenkeu, Dirjen Bea Cukai, perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Polri, TNI dan Asosiasi Pengusaha Impor.

Pertemuan yang sudah berlangsung sejak pagi itu membahas terkait perbaikan sistem impor. Hal ini sejalan dengan tugas KPK, yang tidak hanya menindak tetapi juga melakukan pencegahan dan monitoring sistem pemerintahan.

“Dengan demikian diharapkan kedepan kita mampu untuk berdaya saing lagi,” tukasnya. (Restu)

Komentar

To Top